Aneka

Wanhat Yakin Musda KNPI Tidak Ada Intervensi

H D Rusliadi

Kuningan Terkini - Salah satu anggota Dewan Penasehat (Wanhat) DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan, H D Rusliadi meyakini bahwa, menjelang agenda pemilihan ketua baru atau Musyawarah Daerah (Musda) tidak ada intervensi dari pihak luar. Pasalnya, apabila terjadi intervensi dalam pemilihan ketua oleh pihak luar, itu berarti sama saja membunuh kemandirian organisasi.

“KNPI itu tidak boleh di intervensi oleh siapapun. Biarkan organisasi ini berkreasi sendiri. kalau masih di intervensi, berarti KNPI tidak mandiri,” tegas Abah Rusli sapaan akrabnya. kepada Kater, Jumat (5/12/2014).

Dikatakan, sebab salah satu visi kabupaten itu menuju Kuningan Mandiri Agamis dan Sejahtera. Didalam visi tersebut tertuang kata mandiri, jika tidak diberikan kemandirian organisasi, maka bagaimana dapat mendorong dan mewujudkan kabupaten menuju Kuningan MAS.

“Dalam musda atau lainnya, persoalan dukung-mendukung pencalonan pimpinan organisasi merupakan sesuatu yang dianggap sangat wajar. Asalkan, dukungan itu berbentuk moril,” tandasnya.

Dia menuturkan, untuk dukungan secara riil dalam agenda Musda tersebut berada di setiap kepengurusan tingkat Pengurus KNPI Kecamatan (PK KNPI) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Kuningan. Terkait dukung-mendukung jelang pemilihan ketua KNPI pada periode berikutnya, itu lumrah dan sangat wajar. Hal itu sebagai dinamika organisasi, kalaupun ada isu terhadap dukungan salah satu calon A yang sangat kuat, maka itu hanya bagian dari strategi.

“Hal tersebut jangan lantas membuat para kandidat dari OKP lainnya menjadi pesimis sehingga membuat ciut dan mundur. Yang jelas, ini dinamika dalam politik kepemudaan, kuncinya jelas ada di sidang pertama nanti saat pemaparan visi misi kandidat. Saat itulah, PK dan OKP akan benar-benar menilai siapa diantara kandidat yang paling layak menjadi Ketua KNPI kedepan,” jelasnya.

Dirinya juga mengaku, sangat keberatan apabila ada intervensi dan keterlibatan orang lain di luar unsur kepemudaan. “Biarkan mereka (KNPI, red) menentukan sesuai jati dirinya sendiri. Wanhat juga hanya sekedar mengarahkan pemberdayaan pemuda, tidak sampai dukung-mendukung,” pungkasnya.(AND)


Fishing