Aneka

Penutupan Pabrik Garmen Disoal

Puluhan warga yang mengatasnamakan warga Desa Manggari Kecamatan Lebakwangi melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Pendopo Kuningan

Kuningan Terkini - Puluhan warga yang mengatasnamakan warga Desa Manggari Kecamatan Lebakwangi melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Pendopo Kuningan, Selasa (7/7/2015). Mereka menuntut kejelasan terkait kelanjutan pembangunan pabrik garmen di wilayah Manggari yang sempat ditutup oleh petugas Satpol PP Kuningan.

Para demonstran berdatangan dengan menggunakan truk dan kendaraan bak terbuka dengan membawa poster dan spanduk. Seperti salah satu spanduk yang bertuliskan Buktikan Janjimu Lapangan Pekerjaan Untuk Rakyat. Selain spanduk, mereka berorasi menuntut bupati agar bisa menyediakan lapangan pekerjaan.

Usai negoisasi, perwakilan dari sembilan orang diterima langsung Sekda Kuningan, H Yosep Setiawan. Pendemo mempertanyakan janji pemerintah mengenai penyediaan lapangan pekerjaan, sekaligus juga kelanjutan pembangunan garmen yang dinilai bakal menyerap lapangan pekerjaan oleh warga Desa Manggari.

“Tadi pada pertemuan dengan sekda, kami memberikan waktu tiga hari untuk menyelesaikan masalah ini. Apabila tidak ada jawaban, jelas kami bakal mengerahkan massa lebih banyak lagi,” tegas Bendahara Gerakan Nasional Penegak Hak Azasi Manusia DPC Kuningan, Uun Sumirat usai pertemuan.

Melalui GN GAK HAM, pihaknya mengaku mendampingi warga untuk memperjuangkan warga yang sudah dijanjikan mendapatkan pekerjaan. Warga sendiri sudah menanti sejak dua tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada kepastian sehingga datang ke pendopo untuk menanyakan kepastian. “Kami tidak segan membawa massa dalam jumlah banyak agar bupati mengatahui warga tidak main-main dengan tuntutan ini,” tandasnya.

Berbeda dengan pernyataan pendemo, Sekda Kuningan Yosep Setiawan membantah jika memberikan waktu tiga hari untuk memberikan jawaban kepada warga, terkait masalah kelanjutan garmen.

“Yang ada itu kami akan membahas masalah ini dengan bupati dan pihak terkait. Setelah itu akan dilakukan pertemuan setelah lebaran. Ini saksinya kabag humas, jadi kami tidak janji tiga hari namun akan diselesaikan setelah lebaran. Sebab, permasalah ini tentu harus dibahas dan keputusan ada di bupati,” katanya.

Dirinya juga tidak bisa menerangkan, keputusan apa yang nanti akan diberikan karena belum dibahas. Untuk itu, pihaknya meminta warga agar bisa bersabar.(AND)


Fishing