Kuningan Terkini - Trend batu akik yang mewabah ke seantero nusantara ini telah mengangkat Kota Garut dalam kancah perbatuan. Terbukti, batu akik Panca Warna asal kota dodol ini menjadi primadona dalam pameran batu akik yang digelar pemkab Kuningan di Pandapa Patrmartha mulai dari tanggal 1 Juli hinga 15 Juli 2015.Tidak heran jika batu akik panca warna asal Garut ini menjadi buah bibir di kalangan kolektor maupun penjual batu akik.
Salah satu tempat yang menjadi buruan para kolektor adalah daerah Bungbulang. Konon, batu akik dari Bungbulang ini punya nilai jual yang tinggi. Batu akik asal Bungbulang ini memiliki ciri warna hijau khas. Batu tersebut dapat memancarkan cahaya terang. Jika disorot cahaya dari bawah cincinnya, serat batu hijau yang tampak di dalam terlihat indah.
Keistimewaan lainnya, batu akik Bungbulang memiliki kebeningan dan tingkat kekerasan hampir mendekati batu mulia (intan berlian, zamrud, dan ruby). Pada umumnya batu akik ini biasa memiliki tingkat kekerasana 4-5 Mohs. Nah, batu akik dari tersebur Garut hampir mendekati berlian, 7 Mohs. Belum lagi jika dari warnanya, batu chrysoprase/batu Ohen warna hijaunya macam-macam. Ada juga batu lainnya yaitu batu Edong yang meskipun pancawarna (lima warna) tapi faktanya bisa sampai 15 warna.
“Baru yang menjadi buruan para kolektor yaitu, Jenis Edong, Cisangkal, dan Kalhi. Batu akik Pancawarna Edong harganya berpariatif mulai dari Rp1 juta sampa Rp25 juta. Batu Pancawarna Cisangkal Rp750 - 5 juta, sementara batu Kalhi harganya di kisaran Rp500 - 2 juta,” terang Asep, salah ssatu peserta pameran kepada Kuningan Terkini, Sabtu. (11/7/2015).(j’ly)