Kuningan Terkini, Bandung - diterima Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, Sabtu kemarin (29/8/2015). Ketua DPR berkilah baru bisa menerima warga korban waduk Jati Gede hari ini, lantaran ada tugas keluar kota yang sudah dicanangkan 2 bulan sebelumnya.
Secara global, Ineu yang berkali-kali menyatakan, Ia mau menerima utusan kali ini spade hari libur sebagai bentuk pengorbanan tersendiri baginya. Ia berjanji akan mengeliminasi dampak penggenangan Waduk Jatigede. “Masih banyak yang harus kita lakukan. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan tuntutan warga. Warga jangan dirugikan. Mereka ini, kan sudah berkorban. Seharusnya dapat lebih dari sebelumnya. Idealnya begini,” ucapnya.
Secara terpisah, Eka Santosa selaku Pangaping BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar, dan Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum mengatakan, ini sebuah kemajuan, legislative Jabar bersedia menerima mereka. “Saya berharap, legislator itu jangan sekedar yes man atau yes woman belaka seperti yang sudah-sudah. Mohon mereka tak obral janji,” cetusnya.
Lebih jauh Eka mengatakan, saat ini ia tidak berpartai. Bebas kemana saja yang dilakukannya. Termasuk saat ia turun kelapangan menemui para pendemo di gedung sate.
“Aspek kemanusiaan harus diprioritaskan. Jangan gegabah. Mereka saudara kita yang rela berkorban, tetapi jangan dikorbankan,” ujarnya.
Terkait pertemuan khusus warga Jatigede dengan Ketua DPRD Jabar (29/8/2015), menurut Dadan, tak ada artinya. “Mereka ini masih sibuk dengan urusan politik praktis. Kami yang sudah berjuang sejak lama, tak bosan-bosan mengingatkan hal ini. Nyatanya, tak pernah digubris,” kata Dadan saat ditemui disela-sela rapat intensif bersama DPKLTS (Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Hidup), LBH Bandung, serta LSM CADAS, di Jl. Diponegoro No. 23 Bandung. (Harri Safiari/ Shahadat Akbar).