Aneka

Ini Salah Siapa? (Bag 2)

Foto Ilustrasi

Cerpen Keluarga

Ini Salah Siapa ? (Bag 2)

Oleh Abun Burhanudin

Suatu ketika, Boim dan Yessy bertengkar gara-gara Boim memergoki Yessy tengah memukuli Yudi karenya suatu hal. Saat itu Yudi yang tidak mengerti apa-apa dan terus asyik dengan bola mainannya. Tanpa sepengathuan mereka, Yudi ke luar rumah. Boim kaget saat sadar Yudi tidak ada. Dia segera mencarinya keluar. Alangkah paniknya Boim, saat melihat Yudi sedang mengejar bola ke jalan raya.

Boim berteriak dan mengejarnya. Sayang sebuah mobil melaju sangat cepat. Yudi tertabrak dan akhirnya tewas di tempat. Sementara mobil yang menabraknya segera kabur. Yessy sangat sedih dan menyesal. Dia merasa bahwa kematian Yudi karena kesalahannya.

Semenjak itu, Yessy jadi sering melamun, menyesali diri. Boim merasa kasihan. Diapun terus menghiburnya. Yessy akhirnya kembali sadar. Hubungan merekapun kembali harmonis. Boim masih berjalan. Dia sangat kaget, saat tiba-tiba ada sebuah motor yang hampir saja menabraknya.

Lamunan Boim buyar. Si pengendara motor marah. Boim minta maaf, dan buru-buru berjalan lagi menuju rumah sakit, karena Yessy masih dirawat di sana. Konsidi kesehatan Yessy semakin memburuk. Dokter menanyakan lagi keputusan Boim. Dokter bilang, operasi harus segera dilakukan. Kalau tidak, Yessy sulit untuk bisa ditolong.

Tak ada pilihan, Boim akhirnya menandatangani surat pernyataan yang disodorkan oleh dokter. Dia menyetujui tindakan operasi. Boim terpaksa mencari uang dengan meminjam ke sana kemari. Dia menjadi sering bolos kerja, hingga akhirnya diapun dipecat. Tapi Boim tidak menyesal, sebab akhirnya dia berhasil mengumpulkan uang hasil pinjaman untuk membiayai operasi Yessy.

Yessy sembuh. Boim merasa bersyukur. Tapi selanjutnya dia berhadapan dengan persoalan baru. Hutangnya menumpuk. Hampir setiap hari rumahnya didatangi oleh orang-orang yang mau menagih hutang. Bahkan ada diantara mereka yang menggunakan preman dan bersikap kasar. Boim terpaksa menjual rumahnya. Namun belum bisa melunasi hutangnya. Maklum dia meminjam sama rentenir. Yang tentunya setiap waktu bunganya semakin besar.

Suatu hari, Boim kembali ditagih hutang. Karena tidak mampu membayar, dia dipukuli oleh para bodyguard. Boim babak belur dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Yessy merasa bingung dan sedih. Dia terpaksa mendatangi orang tuanya untuk meminjam uang.

Tapi apa yang dia terima, orang tuanya bukannya membantu malah menyalahkan Yessy dan menganggapnya anak durhaka. Yessy benar-benar sedih. Akhirnya dia pulang dengan tangan hampa. Boim merasa sakit hati. Dia bersumpah akan membuktikan kepada mertuanya, bahwa dirinya juga bisa menjadi orang kaya.

Selanjutnya Boim bekerja keras banting tulang supaya bisa mengumpulkan uang dan jadi orang kaya. Apapun yang bisa menghasilkan uang dia lakukan. Tapi tetap juga dirinya belum bisa menjadi orang kaya. Yessy sempat memperingatkan agar Boim tidak terlalu ambisi menjadi orang kaya. Baginya, bisa makan sehari-hari juga sudah cukup. Yang penting Boim tetap setia.

Yessy tidak mengharapkan banyak. Tapi Boim yang sudah terlanjur sakit hati oleh mertuanya, tidak mau mendengar omongan Yessy. Bahkan semakin menggila lagi dalam mengumpulkan harta. Hubungan rumah tangga mereka mulai tidak harmonis lagi. Boim jadi jarang di rumah. Dia juga jadi gampang marah. Persoalan sedikit saja bisa menjadi besar. Boim dan Yessy jadi sering bertengkar gara-gara hal yang sepele. Bersambung...


Fishing