Aneka

Tinjau PLPR, Komisi lV DPRD Jabar Malah Piknik

Pantai Karang Pamulang Palabuhanratu - dulu dan kini Nuriyah

Kuningan Terkini, Sukabumi - Sesuai janjinya, Komisi lV DPRD Jabar meninjau lokasi proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) di pantai Karang Pamulang Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/3/2016). Namun sayang, dilokasi hanya beberapa menit, rombongan komisi IV DPRD Jabar langsung ngabret ke Geo Park Ciletuh, buat piknik.

Seperti diketahui, kala FPKP2 (Forum Peduli Karang Pamulang Palabuhanratu) melakukan audiensi (14/3/2016) bersama Komisi lV DPRD Jabar di Bandung, para legislator ini berjanji akan berkunjung ke lokasi proyek PLPR (Pelabuhan Laut Pengumpan Regional) di pantai Karang Pamulang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kunjungan itu dijadwalkan pada 22 – 23 Maret.

Kunjungan ini dianggap penting, mengingat proyek yang beranggaran APBN 2015 senilai Rp 296 M, di mass media dan di lapangan sarat dengan kandungan kontroversi. Menurut Koordinator FPKP2, Bayu Risnandar, kontroversi paling menonjol, di antaranya: ketidaksesuaian dengan Perda No 22 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Sukabumi; Perda No 22 Tahun 2010 tentang RTRW Prov. Jabar; terdapat dua SK Menhub (KP 686 2014) yang mengandung mal (kelalaian) administrasi; dan studi AMDAL, dinilai serampangan seperti kata Ketua PPSDAL Unpad, Prof. Eri Noviar Megantara.

Pantauan kuninganterkini selama dua hari (22 – 23/3/2016) di lokasi PLPR, Ketua Komisi lV DPRD Jabar, Ali Hasan dan rombongan hanya berkunjung beberapa menit pada malam hari di lokasi PLPR. “Pak Ali hanya mampir beberapa menit sekitar jam 9 malam di Karang Pamulang (22/3/3016 – red). Besok, katanya mau ke lokasi lagi jam sembilan pagi. Tunggu punya tunggu, malah tak datang.

“Kata orang, dari Samudra Beach Hotel (SBH) tempat mereka menginap, langsung ngabret ke Geo Park Ciletuh, buat piknik”, papar Bastian, representasi FPKP2 yang pernah ikut beraudiensi di Komisi lV DPRD Jabar.

Sementara, Koordinator FPKP2, Bayu Risnandar mengungkapkan, konsistensi Komisi lV DPRD Jabar sangat mengecewakan. Soal proyek PLPR, Ia tak anti pembangunan, justru mendukung. Masalahnya, mengapa di Karang Pamulang sebagai ikon utama kepariwisataan Palabuhanratu.

“Pantai kami 147 km panjangnya. Salah satunya, pantai Loji di Kecamatan Simpenan itu alternatifnya. Saat audiensi janjinya mau dikunjungi dua-duanya, ternyata hanya omong doang. Ini sih kebohongan publik,” kata Bayu Risnandar dengan nada kecewa.

Terpisah kunjungan Komisi lV DPRD Jabar ke Palabuhanratu katanya terbilang padat. Terjadwal yang dikunjungi pabrik semen SCG, GOR tinju untuk PON XlX/2016 di Palabuhanratu, dan Geo Pak Ciletuh.

”Kami kecewa berat. Lokasi proyek PLPR Karang Pamulang, kan dilewati setelah mereka menginap di SBH. Akhirnya, kami makin curiga, ada apa ini,” tambah Bastian. (Shahadat Akbar)


Fishing