Kuningan Terkini - Menyikapi kondisi darurat narkoba di Indonesia, BNN terus melebarkan sayap menjangkau ke berbagai elemen masyarakat termasuk di lingkungan pekerja. Dimana, 50 persen dari total keseluruhan yang berjumlah 5 juta orang pengguna narkoba adalah pekerja. Untuk mewujudkan lingkungan pekerja yang bersih dari narkoba, BNN menggandeng BRI dalam memberantas bahaya narkoba.
Menurut pimpinan cabang BRI Kuningan, Agus Ahdiat dalam rapat kerja bareng BNN yang diikuti 30 orang pegawai BRI, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan ini karena menurutnya pencegahan di lingkungan perbankan sangat diperlukan mengingat tekanan kerja yang dimiliki.
BRI kata Agus, merupakan bank terbesar di Kuningan dengan 1 kantor cabang, 29 kantor unit dan 3 kantor kas dan memiliki 550 karyawan. Tidak menutup kemungkinan karyawan BRI bisa terkena narkoba. “Dalam mengucurkan pinjaman ke debitur, BRI harus selektif jangan sampai memberikan modal yang digunakan untuk bisnis tidak baik seperti bisnis narkoba,” katanya, Kamis (7/4/2016).
Sementara, Kepala BNN Kuningan, Guruh Irawan Zulkarnaen, S. STP, M.Si didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Agus Mulya, SPd, M.Si berharap, kerjasama dengan BRI ini akan bisa berlangsung secara berkesinambungan. Artinya tidak berhenti disini saja, melainkan aka nada tindak lanjut kedepannya seperti pembentukan penggiat narkoba melalui kegiatan Training of Trainer (TOT) dan workshop.
“Sehingga akan tercipta penggiat-penggiat anti narkoba di lingkungan pekerja dimana fungsi dari para penggiat ini diharapkan menjadi aktivis yang bisa mempengaruhi dan mengajak rekan-rekan dilingkungannya supaya menjauhi narkoba,” ujarnya.
Tidak hanya dengan BRI, Guruh berencana untuk meluaskan kerjasama memberantas peredaran anti narkoba dengan intansi di lingkungan pekerja selain pemerintah di Kabupaten Kuningan. “Kami menghimbau kepada instansi-instansi swasta lain agar memiliki inisiatif yang tinggi untuk memerangi bahaya narkoba seperti yang dilakukan oleh BRI dengan BNN,” terangnya. (NonaRizky)