Kuningan Terkini, Bandung - Predikat Bandung sebagai kota seni dan kota musik, sudah lama terpatri. Demi memperkuatnya, serombongan musisi dan rengrengannya pada Senin (18/4/2016), kembali mendeklarasikan keberadaannya di Pendopo Kota Bandung.
“Dua bulan lalu setlah muncul di group WA, Musisi Bandung Pisan. Kami menuju ke satu titik mewujudkan Bandung sebagai kota musik. Ini demi menampung aspirasi dan potensi,” kata Dani Java Jive dihadapan puluhan awak media.
Yang digagas itu berupa rangkaian festival musik 7 titik dengan tema Bandung Pasti Asyiik. Waktunya dari 20 April hingga 29 Mei 2016. “Biar adik-adik musisi dan pegiat seni kita tak pareumeun obor,” ujar Erlan Effendy, vocalis Wachdach Band.
Tempat yang akan dipakai untuk Festival Musik 7 Titik ini, meliputi: Butterfield Kitchen (Jl. Dipatiukur No 5 – 20 April 2016 Pukul 15.00 – 17.30); Cafe The Panas Dalam (Jl. Ambon No 16 – 27 April 2016); Cafe Halaman (Jl. Tamansari – 4 Mei 2016); Taman Vanda (11 Mei 2016); Bumi Sangkuriang (Jl. Kiputih, Ciumbuleuit – 20 Mei 2016); Rumah Eyang Martha (Jl. Van De Venter – 25 Mei 2016); Butterfield Kitchen (Jl. Dipatiukur No 5 - 28 sd 29 Mei 2016).
Adapun musisi dan pegiat seni yang hadir di Pendopo pada Senin itu, ada Budi “Darso” Dalton Setiawan (musisi dan akademisi); Dudi Nay SS/DKSB; Angga (event organizer); Zaki, vocalis 4 Peniti; Farhan (Bobotoh FM); Imelda Rosalin; Ade Rudiana; Rully Hidayat; Ari ‘Aru’ Reinaldi; Yopie Drummer, dan Icha Perkusi/KSP Band.
“Kami bersatu demi terwujudnya semacam paguyuban musisi yang independen. Itu salah satu impian kami”, papar Angga yang dalam konprerensi pers ini berperan selaku MC.
“Dalam setiap tampilan musisi, masing-masing punya tema tersendiri. Pokoknya all genre dan gratis tentunya. Ini seperti pucuk dicinta ulam tiba,” seru Imel Rosalin yang berterus-terang Ia katakan meniru seperti di Saporro Jepang. Disana kata Imel, festival musik sebulan penuh. Di gelar hingga ke cafe yang kecil sekalipun.
“Kita tampunglah aspirasi musisi dan penggemarnya. Selanjutnya, mau jadi apa, terserah. Yang penting Bandung kota musik, ada buktinya,” ucapnya.
Menyinggung soal sponsorhip, untuk tahap ini, ada Luwak White Koffie yang bersedia mengakomodir kegiatan ini. “Pak Walikota Bandung, Ridwan Kamil, mengetahui dan menyetujuinya”, kata Dani yang diamini Dudi Nay SS/DKSB selaku salah satu inisiatornya.
Bagi Dadan Hermawan, Representasi Luwak White Koffie, jalan panjang menggelar helatan ini katanya, makan waktu dua tahun. ”Awalnya, bingung sekaligus kagum akan kreatifitas warga Bandung dalam hal seni musik, seperti tak ada habisnya. Forumnya, saya cari-cari. Baru ketemu kali ini, mujurnya pimpinan menyetujuinya,” tutupnya. (Harri Safiari – Shahadat Akbar)