KuninganTerkini - Taman yang berlokasi dipusat keramaian kota Kuningan, selain menjadi salah satu ciri khas Kuningan, juga menjadi tujuan pelancong baik dari dalam maupun luar daerah, nampaknya tidak terawat seperti semestinya. Ini terlihat dari beberapa fasilitas yang tidak berfungsi, ditambah banyaknya coretan dinding disetiap titikya.
Amphiteater publik yang berada ditengah Taman Kota salah satunya.Tempat yang dibuat untuk pertunjukan seni dan pendidikan tampaknya tidak sesuai fungsinya, karena dari awal dibangun pada tahun 2008 silam hanya diperuntukan beberapakali saja.
Sekarang tempat tersebut hanya menjadi arena taman bermain juga tempat sepasang muda-mudi berpadu kasih. Ditambah kotor dan tidak terurus, terlihat banyaknya lumut dan sampah yang dibiarkan menjadi hiasan, juga dinding penuh dengan coretan tangan jail.
Pelajar SMAN 2 Kuningan, Rafael Yoji (17), warga Desa Cisantana, Kelurahan Cigugur, kepada Kuningan Terkini, Kamis (12/1/2017) mengutarakan keperihatinannya terhadap fasilitas Taman Kota tersebut. Baginya yang berstatus pelajar, Amphiteater merupakan tempat penting untuk mengekspresikan dan pembelajaran seni diluar sekolah, karena dengan suasana alam bebas terkadang lebih menarik dan mudah diserap tidak monoton.
“Sangat disayangkan tidak difungsikan dengan baik, padahal bagi saya yang pelajar tempat tersebut bisa diperuntukan untuk pembelajaran khususnya seni, ataupun ekstrakurikuler. Karena dengan suasana baru terkadang belajar akan lebih mengasyikan,” ucapnya.
Ditempat yang sama Deni (24) warga Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang, mengeluhkan hal yang senada dengan Rafael. Dia sengaja datang ke pusat kota karena sudah lama tidak berkunjung, akan tetapi betapa terkejutnya melihat fasilitas taman yang seperti tidak terurus. Baginya fasilitas ditempat seperti Taman Kota yang sudah dikenal sebagai identitas Kuningan sangatlah penting, akan tetapi kenyataannya banyak yang tidak berfungsi. Seperti lampu taman dan air mancur yang tidak pasti munculnya.
“Lampu banyak yang tidak menyala, harusnya segera diperbaiki, ditambah air mancur yang kadang menyala kadang mati. Bila dibandingkan dengan Taman Cirendang sangat jauh, padahal pusat kota dan keramaian berada disini,” cetusnya.(Gilang)