• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam09072020

Last updateRab, 08 Jul 2020 8pm

BJB

Ekonomi

Nasi Jamblang dan 10 Top Kuliner Cirebon, Digemari Wisatawan

Nasi Jamblang Digemari Wisatawan

Kuningan Terkini - Cirebon dikenal sebagai Kota Wali dan lebih populer lagi dikenal sebagai Kota Udang. Dikota ini jajanan tradisionalnya amat bervariasi, sehingga membuat para penikmatnya tak pernah bosan. Selain aneka ragam 'Oleh-oleh' seperti, kerupuk udang, ikan asin, terasi, manisan buah, kerupuk melarat dan makanan camilan lainnya.

Terdata 10 Top Kuliner Cirebon yaitu, Sega Jamblang-Ibu Nur, Empal gentong-mang Darma, Lengko Pagongan H Barno, Braja Coffe, Urban Chicken, Kopi Pekalipan, Straw Berry Delight, Empal gentong Amarta, Nasi Jamblang-mang Dull dan Mie koclok.

Bagi yang traveling ke Kota Cirebon jangan lupa, luangkan waktu memburu kuliner di kota ini. Namun bagi wisatawan yang hobi 'traveling' dan kuliner, jangan sekarang. Masalahnya penangan Covid-19 belum berahir.

Konon menurut riwayatnya cikal bakal, Sega jamblang, dibuat oleh H. Abdul Latif seorang warga keturunan Kanoman yang dikenal cukup kaya. Istrinya bernama Tan Piaw Lun yang pandai memasak.. Orang Jamblang memanggilnya Nyai Pulung, karena tidak terbiasa dengan logat Tionghoa. Nyai Pulung adalah keturunan buyut Cigoler (Njoo kit Tjit) pendiri Klenteng Jamblang.

Sementara itu, sekitar tahun 1885 di kawasan ini dibangun jalur kereta Api dari pelabuan Cirebon menuju ke Kadipaten. Sedangkan pemasangan 'railway' dikerjakan oleh para pekerja asal Kuningan dan Indramayu.

Melihat nasib pekerja yang kerja keras dan memprihatinkan, H.Abdul latif dan Nyai Pulung merasa iba dan berinisiatif memberi bekal makan gratis kepada para pekerja tersebut. Nasi gratis yang diberikan kepada para pekerja itu, menu nya sangat sederhana sekali antara lain, ikan asin, tempe, tahu, cemplung, bregedel kentang dan sambal cabe merah yang dibungkus dengan sudi, kemudian dikemas lagi pakai daun jati.

Alasan menggunakan bungkus daun jati kata H Abdul Latif, sangat praktis karena dibelakang rumahnya banyak tanaman pohon jati. Setelah nasi dilengkapi menu yang merakyat itu dibungkus, kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada para pekerja. Nasi dan lauk-pauknya enak dimakan, awet tidak basi sampe malem murah meriah. Itulah filosofi nasi jamblang.

Begitu pemasangan jalur 'railway' di Kadipaten selesai, lalu dilanjutkan membangun stasiun KA yang dikenal dengan nama Stasiun Jamblang. Tempat itulah yang kemudian dijadikan sentra distribusi nasi Jamblang ke kota Cirebon dan Kadipaten. Bahkan terus berkembang, 'sega jamblang' tidak hanya terdapat ditiap sudut kota Cirebon, tapi sudah masuk ke Mall dan tersebar di sejumlah kota khususnya di Jawa Barat.

Menu 'sega jamblang' dalam perjalanan semakin bervariatif, selain tahu, tempe, ikan asin, perkedel kentang, dan sambal khas. Sedangkan menu tambahan telur dadar, ikan 'blakutak', ikan cumi, semur jengkol, daging bistik, rempeyek udang, sayur asem, sayur tahu dan lainnya.(H WAWAN HERMAWAN JR)

Add comment


Security code
Refresh