• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel28092021

Last updateSel, 28 Sep 2021 1pm

BJB

Ekonomi

Libur Idul Fitri 1442 H, Omzet Pentol Kabul Naik Seratus Persen

pengusaha pentol di Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo,

Kuningan Terkini - Hari Raya Idul Fitri 1442 H, pengusaha pentol di Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo kebanjiran order. Jika hari biasa pengelola pentol menghabiskan 1 hingga 1,5 ton, namun sejak 10 hari terakhir jelang lebaran ini meningkat menjadi 3 ton dalam sehari.

Menurut Pengelola Pentol Kabul, Muhammad Mukhlis, kenaikan itu dipicu karena banyaknya peminat yang gemar mengkonsumsi pentol. Karena selain harganya ekonomis, citra rasanya khas membuat para pembeli ketagihan. “Karena pentol merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari untuk dikonsumsi, meski ada pandemi tidak ada pengaruhnya. Memang di awal puasa Ramadlan sempat menurun 20 persen. Tapi Alhamdulillah saat ini meningkat drastis, 100 persen,” kata Mukhlis kepada awak media, Rabu (19/05/2021).

Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut agar tidak kewalahan, pihaknya mulai melakukan penyetokan bahan baku dan pentol itu sendiri. Sehingga ketika banyak pembeli, semuanya sudah siap. “Biasanya, selain menjelang lebaran, H+ 5 hari lebaran juga meningkat. Pembelinya langsung datang ke lokasi. Selain itu biasanya datang ke stand atau mitra kami yang tersebar di Sidoarjo, Pasururan dan Malang. Total stand binaan kami sekitar 35,” ujarnya.

Dikatakan, pentol racikannya diburu pembeli dari berbagai daerah di antaranya Surabaya, Pasuruan, Malang, Mojokerto dan Sidoarjo. Karena ia sangat memperhatikan pola pembuatannya, mulai dari bahan hingga pengolahannya. “Pentol Kabul ini memiliki dominasi daging ayam dan daging sapi. 80 persen ayam dan 20 persen daging sapi. Bahan-bahannya tepung terigu, daging ayam atau sapi, bawang putih, bawang goreng dan penyedap rasa. Selain itu saos pentolnya juga diracik dengan khusus sehingga rasanya khas,” bebernya.

Karena masih dalam nuansa pandemi, untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, Mukhlis dan seluruh karyawannya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. “Kami juga mengimbau kepada para pembeli untuk memakai tetap masker dan menjaga jarak saat ke sini,” tandasnya.

Sementara itu salah satu penikmat pentol Kabul, Dyah Anggraeni mengaku, Pentol Kabul milik Mukhlis memiliki keunikan tersendiri. Selain enak dan mengenyangkan, sambalnya sangat khas, sehingga membuat lidah penikmatnya ketagihan.

“Rasanya enak, murah meriah dan tidak membosankan. Jika sudah dimakan, rasanya ingin nambah terus,” ungkap Dyah. Ia menyukai pentol sejak kecil. Bahkan setiap ada acara keluarga atau momen bahagia lainnya, Mega kerap membeli pentol untuk dihidangkan dan dimakan bersama-sama.

“Pentol Kabul yang ada di Desa Kepunten ini rasanya khas dan enak. Sehingga kami sangat suka. Kalau ada tamu, kami belikan dan langsung saya hidangkan pentol kabul ini,” pungkasnya. (AWAN)

Add comment


Security code
Refresh