Kuningan Terkini - Harga jengkol di pasar tradisional Kuningan mengalami peningkatan yang sangat dahsyat. Bahkan, mengalahkan harga daging ayam per kilogramnya.Saat ini, harga bahan makanan yang termasuk dalam jenis polong-polongan tersebut, telah menyentuh diangka Rp 60.000 per kilogramnya.
Menurut Mimin, salah seorang warga Kuningan yang sehari-harinya berjualan nasi di warungnya, sejak dua pekan terakhir, harga jengkol per kilogramnya terus merangkak naik, dari harga sebelumnya Rp 16.000 kemudian naik jadi Rp 30.000 dan sekarang harga jengkol menembus Rp 60.000 per kilogramnya.
“Biasanya, menu semur jengkol dan goreng jengkol dadakan di warungnya ini, dalam sehari bisa mencapai 2 kg. Namun sejak harga jengkol sangat mahal, menu semur jengkol kami sediakan alakadarnya. Yang penting ada saja, soalnya banyak pelanggan menanyakan semur jengkol,” katanya kepada Kuningan Terkini, Jum’at (7/8/2015).
Sementara, Udin, salah seorang pedagang sayur di Ancaran mengaku tidak mengetahui penyebab harga jengkol tersebut melambung. "Saya tidak tahu penyebabnya. Namun kalau saya lihat, kenaikan harga jengkol ini dipicu oleh berkurangnya pasokan jengkol dari Jawa Barat, ujarnya.
Hal senada disampaikan salah seorang pedagang jengkol di pasar Kepuh, Wardi mengungkapkan, kenaikan harga jengkol ini terjadi sejak bebeapa minggu lalu. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya pendapatan yang diperolehnya sehari-hari.
“Saya berharap, agar harga jengkol segera turun dan kembali normal seperti biasanya,” terangnya.(jly)