Kuningan Terkini - Pemerintah daerah melalui Dinas Perindutrian dan Perdagangan (Disperindag) Kuningan menggelar Festival Kuningan Kreatif (FKK) 2015 di gedung Sanggariang Kuningan, Selasa (25/8/2015). Kegiatan yang bertujuan untuk memacu kreatifitas para pelaku usaha ini diikuti sejumlah komunitas. Diantaranya, fotografer, Videografi, Kerajinan, Design Grafis, Musik Akustik, Kaligrafi, Komunitas Kuliner, Fashion dan lainnya.
Bupati Kuningan, Hj Utje Ch Suganda yang diwakili Wakilnya H Acep Purnama menyampaikan, potensi bisnis di bidang industri kreatif masih terbuka luas untuk digarap pelaku usaha di Indonesia. “Kekayaan budaya dan tradisi Indonesia masih bisa terus digali untuk dikembangkan, namun memasyarakatkan adanya kreativitas tinggi. Industri kreatif merupakan kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inovasi,” katanya.
Menurutnya, industri kreatif masih potensial untuk digarap, bahkan Indonesia kaya akan budaya serta tradisi yang bisa menjadi sumber kreativitas. Pelaku industri kreatif nasional harus menjadi tuan di negeri sendiri, dan terus mengembangkan pangsa pasar ekspor.
“Apalagi, kreativitas berbasis kekayaan budaya didukung oleh kemajuan teknologi. Kekayaan budaya yang beragam dan bervariasi, merupakan sumber inspirasi dan potensinya makin besar apabila didukung teknologi,” ungkapnya.
Dijelaskan, pemasaran produk industri kreatif akan berkembang bila ditopang oleh pasar dalam negeri. Dalam hal ini, penting untuk produsen memperkuat posisinya di dalam negeri. “Konsumen dalam negeri juga perlu memberikan dukungan dengan kecintaannya terhadap produk dalam negeri. Hal ini akan menyokong kemampuan pelaku industri kreatif menjadi tuan di negeri sendiri,” terangnya.
Sementara Kepala Disperindag Kuningan, Agus Sadeli mengungkapkan, tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas para pelaku usaha di Kuningan, serta menarik minat bakat dari para siswa yang berkunjung pada kegiatan tersebut.
“Ekspor industri kreatif sudah cukup kuat, terutama di sub sektor tertentu, seperti fashion dan kerajinan. Namun pelaku industri kreatif diharapkan tidak terpaku pada keberhasilan memperkuat ekspor. Pasar dalam negeri justru dimasuki oleh produk industri kreatif impor,” ujarnya.
Pihaknya berharap, para pelaku usaha yang mengikuti kegiatan ini dapat mempromosikan produk-produk kreatif yang dapat dipasarkan ke pasar domestik dan luar negeri. Sehingga, dapat meningkatkan inovasi dan kreasi para pelaku usaha industri kreatif di Kuningan.(AND)