Ekonomi

Pemuda Cipancur Ciptakan Mesin Kompos

Salah seorang petani saat menggunakan Mesin Kompos buatan pemuda Cipancur.

Kuningan (KaTer) - Sejumlah pemuda dan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Muda Cipancur berhasil menciptakan alat pengolahan pupuk organik yang diberi nama Mesin Kompos. Adalah Mumu Mahmud, warga Dusun Wage RT.02 RW.04 Desa Cipancur Kalimanggis Kuningan, salah satu penggagas yang berhasil membuat mesin kompos untuk pembuatan pupuk kompos dari kotoran hewan (Kohe).

Ketua Kelompok Tani Muda Cipancur, Mahmud kepada KaTer, Sabtu (11/1/2014) mejnelaskan, saat ini, kebutuhan pupuk bisa mencapai jutaan kilogram untuk seluruh masyarakat petani Kuningan. Penciptaan pupuk kompos yang berasal dari Kohe ini, tentunya untuk meningkatkan usaha di bidang pertanian yang ada di Kuningan sehingga petani dapat meningkatkan penghasilannya.

“Kegunaan mesin ini untuk menghancurkan, melembutkan dan menghaluskan kotoran hewan seperti ternak kambing dan sapi untuk di proses menjadi pupuk. Selain itu memisahkan bahan non organik misalnya plastik, kerikil, kayu dan lainnya secara otomatis melalui pembuangan samping,” kata Mahmud menjelaskan.

Hasil penggilingan yang halus sambung Mahmud, akan keluar melalui ayakan bawah sehingga penggunaan mesin sangat efektif, efisien dan menekan biaya tenaga kerja. Mesin kompos ini cocok untuk produksi dalam skala besar maupun kecil dalam membuat pupuk kompos atau pupuk organik.

“Sebelum menjadi pupuk yang siap pakai, kohe hasil olahan mesin akan melalui proses fermentasi selama dua sampai tiga hari. Kelebihan pupuk hasil pengolahan ini akan lebih mudah diserap oleh tanaman dan bebas unsur kimia,” jelas Mahmud. Sebelum dipasarkan lanjut Mahmud, pupuk hasil pengolahan mesin kompos sudah dipakai untuk kepentingan uji coba pada lahan pertanian padi. Hampir selama 2 minggu lebih, tanaman padi yang menggunakan pupuk ini terlihat lebih baik pertumbuhannya dibanding padi lainnya.

“Tanaman palawija dan pertanian lainnya juga sangat cocok apabila menggunakan pupuk organik hasil pengolahan mesin kompos. Karena tidak mengandung bahan-bahan kimia sehingga hasil pertanian aman dikonsumsi untuk kesehatan,” tambahnya.

Diakhir pebincangan, Mahmud mengungkapkan, keberadaan mesin ini diharapkan dapat mengatasi masalah kebutuhan pupuk bagi petani. Karena, saat ini pupuk kimia harganya sangat mahal sehingga petani sulit untuk meningkatkan produksi.

“Mudah-mudahan, dengan adanya mesin kompos ini, bisa mendorong pemberdayaan pemuda Cipancur dalam bidang pertanian dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga yang merata,” terangnya.(AND)


Fishing