Kuningan (KaTer) - Sejumlah perajin dandang tembaga di Desa Panyosogan Luragung Kuningan terancam gulung tikar atau bangkrut. Pasalnya, tiap hari omset yang didapatkan oleh para perajin maupun pedagang dandang semakin menurun bahkan tak jarang selalu mengalami kerugian karena pelanggan terus berkurang.
Salah seorang perajin dandang, Rohadi saat ditemui KaTer, Minggu (19/1/2014) mengaku, pendapatannya memang semakin menurun saat ini. Karena, banyak konsumen lebih memilih menggunakan peralatan dapur yang lebih modern ketimbang alat tradisional semacam ini.
“Produksi setiap hari cukup banyak bahkan hingga mencapai puluhan dari setiap jenis barang diantaranya yaitu dandang, kuali, panci, gayung, ceret dan perabotan rumah tangga lainnya,” ujar warga asal Panyosogan tersebut.
Menurutnya, perabotan rumah tangga seperti dandang tembaga merupakan kerajinan asli daerah yang cukup unik. Disamping sebagai usaha bisnis, kerajinan ini perlu dilestarikan sebagai salah satu aset warisan daerah karena proses pembuatan masih terbilang tradisional dengan waktu yang cukup lama. Selain itu mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan peralatan rumah tangga yang lebih modern.
Sementara, salah seorang karyawan, mang emod mengaku, pekerjaan ini merupakan satu-satunya mata pencaharian untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga dirumah. Ia khawatir apabila usaha kerajinan ini bangkrut, keluarga dirumah bakal kerepotan untuk memenuhi kebutuhan makan dan lainnya.
“Kami berharap, pemerintah Kabupaten Kuningan bisa membantu menghidupkan kembali kerajinan dandang asal Panyosogan ini. Selain melestarikan hasil kerajinan daerah, usaha perabotan rumah tangga juga agar tidak gulung tikar,” harapnya.(AND)