• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel28092021

Last updateSel, 28 Sep 2021 1pm

BJB

Kesehatan

Pelayanan Buruk RSUD’45, Kuningan Institute Minta Intropeksi Bersama

Irfa Fachruroji, SH

Kuningan Terkini - Buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah 45 (RSUD’45) Kuningan mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dari peneliti Kuningan Institute, Irfa Fachruroji, SH, Kamis (06/06/2021). Menurutnya, pelayanan di RSUD’45 harus dievaluasi dan dibenahi, Sehingga, kasus pelayanan buruk yang dialami pasien tidak terulang kembali.

“Pelayanan kurang responsif kepada anak Sulung Genie Wirawan Raffi yang dimuat di berbagai media massa, menjadi perbincangan berbagai kalangan. Bahkan, menjadi viral di Medsos,” kata Irfa Fachruroji, SH menjelaskan.

Hal ini kata Irfa, menjadi fakta di lapangan, bahwa pelayanan di RSUD’45 harus dievaluasi dan dibenahi. Oleh karena itu, Ia meminta kejadian ini menjadi momentum pimpinan daerah yaitu Bupati untuk mengkoreksi, mengevaluasi dan menindaklanjuti terkait pelayanan RSUD 45 yang setiap tahunnya selalu terjadi.

“Selain pemberitaan tentang pelayanan RSUD 45, beredar juga Petisi berjudul Perbaiki Sistem Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan Dengan Cara Ganti Manajemen. Hal ini menunjukan adanya kekecawaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD’45 selama ini,” terangnya.

Sepertinya sambung Irfa, ini merupakan sejarah buruk di Kuningan, dimana ada sebuah petisi yang menyuarakan tentang pelayanan yang kurang baik di RSUD’45 Kuningan. Ia melihat, petisi yang beredar di publik tidak dianggap sepele. Karena, hal itu merupakan bagian dari potret kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD’45 selama ini.

“Apalagi jika dilihat, petisi sudah di tanda tangani oleh 200 orang lebih. Untuk itu, saya menyarankan agar pihak manajemen RSUD’45 Kuningan segera mengambil langkah konkrit terkait pembenahan reformasi birokrasi di internal,” papar Irfa Fachruroji menambahkan.

Saat ini ucap Irfa, masayarakat dan publik Kuningan sudah dewasa dan terbuka. Jadi, ia berharap kepada para Pejabat di Kuningan untuk dapat memaksimalkan kinerjanya dengan melakukan inovasi dan terobosan kedepan. Publik sudah bisa melihat, pejabat mana yang kinerjanya bagus.

“Jangan salahkan publik, jika publik yg menilai kinerja secara lansung. Jadi, saya harap para pejabat jangan bersantai, karena sudah waktunya untuk melayani masyarakat. Bahkan saya berpesan untuk bekerja secara serius dengan penuh inovasi,” paparnya.

Diakhir perbincangan, Irfa menghimbau agar Kepala Daerah harus mulai secara perlahan membuka kran dan saluran koreksi publik. Zaman sekarang, keterlibatan publik terhadap kebijakan pemerintah daerah sangat diperlukan. “Oleh karena itu, saya berharap Bapak Bupati menyiapkan wadah atau sarana untuk menyalurkan aspirasi public. Jangan sampai aspirasi publik menjadi bom waktu, karena sampai hari ini saluran koreksi dan aspirasi publik baru sebatas di media sosial,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh