• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab05082020

Last updateRab, 05 Agu 2020 3am

BJB

Olahraga

Kebun Raya Kuningan, Pusat Pelatda Atlet Wushu Porda

Atleit Wushu Kuningan.

Kuningan Terkini - Sebanyak 10 (sepuluh) atlet wushu Kabupaten Kuningan megikuti Pusat Pelatihan Daerah (Pelatda) tahap pertama. Kemungkinan tahap selanjutnya akan ada penambahan jumlah atlet sesuai nomor pertandingan yang diselenggarakan dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya Tahun 2022.

Kendati Babak Kulifikasi (BK) Porda Tasikmalaya baru akan dilaksanakan Tahun 2021. Namun hampir seluruh kabupaten di Jawa Barat sudah mempersiapkan atletnya untuk berlaga di kegiatan multi event tersebut. Tidak terkecuali Kabupaten Kuningan. Atlet yang diprioritaskan mendulang medali sudah dipersiapkan paska pandemi covid 19 ini. Salahsatu cabang olahraga (Cabor) yang ditarget KONI Kabupaten Kuningan meraih empat medali emas di acara multi event tersebut yakni Wushu.

Target tersebut masuk akal, sebab salah satu atletnya, Mutia Azzela lolos kualifikasi PON 2021 di Papua dari Taolu nomor Nando (Golok) dan Jiang Shu (Toya). Logikanya, dua emas akan diperoleh di Porda. Untuk mendukung target empat emas, dan kemungkinan baru dipenuhi dua emas maka sisanya dibebankan pada atlet Sansou (nomor komite).

Guna memenuhi target tersebut, Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Kabupaten Kuningan membuat program jangka panjang. Tujuanya, supaya target terealiasi. Program jangka panjangnya yaitu melaksanakan pemusatan latihan daerah (Pelatda) bagi atlet Sansou. Sedangkan atlet Taolu sekarang sedang melaksanakan pemusatan latihan PON (PelatPON) di Bandung dan Negara Tiongkok. Pelatda jangka panjang ini diharapkan dapat mengupgrade atlet lebih berkualitas sehingga mampu bersaing dengan atlet lainya di Jawa Barat.

"Target empat medali emas itu berat di Porda Tasikmalaya. Namun sebelum menyerah, harus dijawab dulu dengan program Pelatda. Ketika Pelatda dilaksanakan, semua kemungkinan bisa terjadi. Artinya, ketika atlet dipersiapkan dengan matang baik aspek fisik, teknik dan mental bertanding. Maka medali itu adalah dampak dari Pelatda itu sendiri,” ungkap Ir. H. Jajat Sudrajat, M.Si., Ketua Umum Pengcab Wushu Kuningan, Minggu (28/06/2020).

Jika fisiknya bagus, tekniknya bagus kata Ajat, mental bertandingnya terbangun menjadi mental baja. Karena, sansou adalah komite bertanding dibutuhkan mental juara, tidak mudah menyerah di arena. Maka lawan yang dihadapi akan mudah ditundukan. Nah proses itu dibina dari sekarang sampai BK, sebagai tolok ukurnya. Jika lolos, maka akan dilaksanakan lagi Pelatda untuk memenuhi ekspektasi KONI Kab. Kuninga yakni medali emas.

“Kita optimis, target dapat terealisasi. Apabila Pelatda yang dilaksanakan sesuai dengan program yang sudah dituangkan dalam program kerja. Selain itu, kita juga melaksanakan evaluasi berkala terhadap perkembangan atlet. Baik dari aspek fhsykologis, fisik, teknik. Sebab ketiga aspek itu penting bagi atlet prestasi,” paparnya.

Sementara, Bidang Teknik Pengcab Wushu, Asep Abdus Syakur menambahkan, untuk meningkatkan fisik atlet tahap pertama Pelatdanya dilaksanakan di Kebun Raya Kuningan (KRK). Ada beberapa alasan pemilihan tempat Pelatda. Sebelumnya Ia telah melakukan kajian tempat-tempat yang bagus, artinya memiliki daya dukung.

“Untuk kontur jalan turun naik, sangat mudah ditemukan di wilayah Kabupaten Kuningan. Sebelumya juga kita melaksanakan latihan fisik di jalan raya. Hanya kita juga harus mempertimbangkan aspek sefty atawa keselamatan atlet itu sendiri. Apabila dilaksanakan di jalan raya,” ucapnya.

KRK sambungnya, memiliki kriteria kontur geografis turun naik. Udara sehat, tidak terlalu banyak kendaraan lalu lalang dari aspek safty-nya dan tempat menginap. Apabila program latihannya membutuhkan nginap di lokasi. Daya dukung yang tersedia ini menjadi alasan, kenapa Pelatda dilakukan di KRK. Selain itu ada yang menarik, dikarenakan atlet kebanyakan masih sekolah, KRK memiliki lokasi bermanfaat untuk pengetahuan dengan habitat pohon langka.

“Atlet yang masih sekolah tetunya dituntut untuk belajar daring karena Covid 19 ini belum sepenuhnya selesai. Nah dengan adanya proses pembelajaran alam melalui keanekaragaman hayati di kebun raya atlet pelajar masih dapat belajar banyak. Jadi seperti pepatah mengatakan sekali dayung dua pulau terlampaui. Atlet mampu meningkatkan prestasi olahraga, juga pengetahuan akademiknya tetap terjaga,” pungkasnya.(Ding)

Add comment


Security code
Refresh