Kuningan Terkini - Dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat sekarang ini, masyarakat cenderung lebih mengenal olahraga modern dibandingkan dengan olahraga tradisional.
Untuk melestarikan olahraga tradisional, Ikatan Guru Olahraga (IGO) Kuningan mensosialisasikan olahraga tradisional kepada para pelajar, Rabu (25/11/2015), di kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra yang diikuti sebanyak 225 siswa dari SD, SMP dan SMA/Sederajat.
Ada enam cabang olahraga tradisional yang disosialisasikan kepada sekolah. Yaitu, egrang, gangsing, congklak, bebedilan, sumpit dan kasti.
“Saat ini kondisi masyarakat Indonesia yang lebih banyak mengenal olahraga-olahraga modern. Pemerintah perlu mensosialisasikan olahraga tradisional. Selain untuk melestarikan budaya, olahraga tersebut tetap terpelihara,” kata Ketua Umum Ikatan Guru Olahraga Kuningan Dadi Sudiana.
Dadi menjelaskan, banyak unsur-unsur yang terdapat pada olahraga tradisional. Misalnya pada olahraga Egrang atau patiklek, permainan tradisional yang terbuat dari bambu asli dari indonesia. Memiliki unsur kekuatan, daya tahan, keseimbangan, sportifitas.
Permainan congklak sendiri juga terbuat dari bambu yang memiliki cekungan yang berjajar 5, 7, atau 9 cekungan. Sedangkan kedua ujungnya terdapat masung-masing satu buah cekungan yang lebih besar.
Olahraga gangsing, memiliki unsur keterampilan dalam memutar gangsing serta rumus-rumus fisika, bagaimana putaran gangsing itu bisa lama. Olahraga Sumpit, terbuat dari bambu dengan panjang 50 sampai 75 cm. Sedangkan olahraga kasti yang cukup populer di tingkat SD ini ada unsur lari, kerjasama, kekuatan, akurasi memukul. Kasti olahraga dimainkan oleh 12 orang dengan lama permainan 2x20 menit atau 2x30 menit.
Terakhir adalah olahraga Bebedilan, yang mengilustrasikan peperangan, mempertahankan hidup, dan mencari hidup. Unsur-unsur tersebut memiliki nilai kebugaran tubuh.
“Kepada para pelajar agar tidak melupakan olahraga tradisional dan mendapatkan nilai kebugaran dan membentuk karakter generasi bangsa,” harapnya. (l.hakim)