Kuningan Terkini- Perhelatan akbar PORDA XIII cabor biliar ternodai oleh panpel dan PB PORDA yang tidak mengindahkan keputusan yang sebelumnya telah disepakati bersama antara KONI Jabar dan Pengprov Biliar Jabar dengan menggabungkan hasil BK Cirebon dan Bekasi. Panpel Biliar bersikukuh tidak mau digabungkan, bahkan dalam drawing cabor Biliar, hasil BK Cirebon tidak diikutsertakan.
Menyikapi persoalan tersebut, Ketum Pengprov Pobsi Jawa Barat, Ir Rudi YB Kadarisman, saat diwawancarai disela-sela persiapan jelang pelaksanaan Porda Selasa (2/10) pagi menegaskan, PB Porda tidak menggunakan regulasi yang disepakati Koni Jabar, baik Technical Delegate dan Technical Hand Book (THB). Bahkan surat Koni Jabar tidak dijalankan.
“Begitu pula kesepakatan-kesepakatan yang sudah dibuat Pobsi Pengprov Jabar dan Panpel Porda tidak diakomodir oleh PB Porda,” terangnya.
Hal ini kata Rudi, sangat mengecewakan. Disatu sisi PB Porda memberikan ID Card kepada atlet yang akan ikut berlaga, disisi lain atlet tidak bisa main karena Panpel memakai bagan 16 sistem pertandingan. “Artinya, ini tidak sesuai dengan THB Cabor Biliar Porda XIII-2018,” tegasnya.
Sebelumnya sambung Rudi, pihak Pobsi Pengprov Jabar, Panpel dan Koni Jabar dengan mediasi PB Porda, telah sepakat akan menggabungkan 'dua BK' dengan menggunakan bagan 32 besar. Namun pada kenyataannya pihak PB dan Panpel tetap menggunakan bagan 16.
“Sikap Panpel dan PB Porda tersebut, otomatis menjadi masalah bagi Pengcab-Pengcab Kabupaten/Kota, yang ikut BK di Cirebon. Karena harus mempertanggungjawabkan Anggaran yang sudah diterima dari Pemda/Konida dalam rangka pembinaan untuk mengikuti Porda,” terangnya.
Mengantisifasi kekecewaan atlet sambung Rudi, Pobsi Jawa Barat akan membuat event yang sama dengan PB Porda sebagai alternatif untuk mengakomodir atlet yang tidak ikut bermain. Diharapkan dengan alternatif ini bisa disetujui oleh Koni Jawa Barat, agar pelaksanaan cabor Biliar Porda XIII dapat berjalan lancar sesuai jadwal.
“Kami yakin, kita punya persepsi yang sama, dimana kita menjunjung tinggi kepentingsn atlet diatas segalanya. Namun sejauh ini, saya masih berharap kepada PB Porda untuk bisa mengakomodir persoalan tersebut dan menerapkan sistem pertandingan bagan 32, sesuai THB serta dukungan Koni Jabar, dapat dilaksanakan,” pungkasnya.(Wan JR)