Sel26102021

Last updateSen, 25 Okt 2021 11pm

BJB

Parlementaria

Diduga Mesum, PKS Kuningan Diminta Bersikap Tegas

Nana Mulyana Latif.

Kuningan Terkini - Ramainya pemberitaan terkait skandal anggota DPRD Kuningan dari fraksi PKS berinitial IF digrebek warga, karena diduga melakukan perbuatan mesum di sebuah rumah di desa Kutakembaran, disorot sejumlah kalangan. Salah satunya dari Pendiri Pondok Pesantren Taufiq Mubaroq, Nana Mulyana Latif.

Menurutnya, ini merupakan tamparan keras bagi PKS yang terkenal dengan partai dakwah religius. “Otomatis, banyak pihak yang mengaitkan dengan Islam. Untuk itu, Saya minta PKS segera mengambil sikap tegas,” kata Nana yang juga menjabat sebagai Sekjen Pekat IB Kuningan, Selasa (11/08/2021).

Sebagai negara hukum kata Nana, harus mengedepankan azas praduga tak bersalah. Yang terpenting saat ini, bukan salah atau benar, karena bersangkutan berada dalam partai yang terkenal Islami, sehingga dikhawatirrkan citra Islam yang tercoreng.

"Menentukan benar atau salah itu ada bagiannya. Namun, Saya sebagai umat Islam tidak terima jika Islam harus dibawa-bawa. Kalaupun ternyata salah, itu personalnya. Jadi, yang harus menanggung konsekuensinya adalah yang bersangkutan, tanpa harus membawa-bawa agama," tegas Nana.

Jjika PKS tidak segera mengambil sikap tegas sambungnya, persoalan ini akan semakin melebar. Tidak menutup kemungkinan akan merembet ke masalah SARA. Ini bukan tanpa alasan, karena banyak yang memberikan tanggapan, baik di media maupun di medsos yang mengaitkan dengan religius dan dakwah. "Beragam tanggapan masyarakat terkait masalah ini. Kebanyakan mengaitkan dengan dakwah dan religius, yang kita semua tahu arahnya menuju kepada Islam," ucapnya.

Insiden ini tegas Nana, diharapkan jadi pembelajaran bersama agar lebih berhati-hati. Ketika laki-laki dan perempuan bukan mahrom berdua ditempat sepi, sudah pasti beresiko menimbulkan fitnah. "Rasulullah sudah memperingatkan, saat laki-laki dan perempuan bukan mahrom berduaan, yang ketiga adalah setan. Saya yakin yang bersangkutan paham bahwa perbuatan tersebut sangat beresiko menimbulkan fitnah," tegasnya.

Diakhir perbincangan, Nana meminta kepada masyarakat untuk lebih arif dan bijak dalam menyikapi dan menanggapi masalah ini. Ini masih dugaan, jangan mengaitkan dengan kalimat yang arahnya menjurus ke Islam seperti Dakwah, religius dan lainnya. “Tidak menutup kemungkinan bisa melukai hati umat Islam yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah tersebut,” pungkasnya.(j’ly).

Add comment


Security code
Refresh