Sel26102021

Last updateSen, 25 Okt 2021 11pm

BJB

Parlementaria

Mundurnya Deki, Sinyal Kematian Fungsi DPRD Kuningan

Nabil Kobe Nahdi

Kuningan Terkini - Keputusan mundurnya Deki Zaenal Muttaqin dari jabatannya sebagai anggota DPRD dari fraksi Gerindra Bintang adalah sinyal kematian fungsi DPRD Kabupaten Kuningan. Demikian disampaikan aktifis Kuningan, Nabil Kobe Nahdi, Rabu (25/08/2021). Menurutnya, jika DPRD yang notebene adalah lembaga wakil rakyat tidak mampu menjadi wadah penyalur aspirasi rakyat, lalu apa guna keberadaannya.

Sebelum menjadi anggota dewan kata Nabil, Bung Deki adalah sosok pejuang yang telah banyak merebut kembali hak-hak rakyat yang dirampas kekuasaan. Namun saat ini, kemunduran seorang Deki seperti penyesalan telah bergabung dengan kumpulan orang-orang yang tunduk pada kekuasaan layaknya koloni kerbau dicocok hidung.

“Jika benar demikian, Dunia terbalik, lembaga yang harusnya mengontrol malah dikontrol oleh kekuasaan,” kata Nabil menjelaskan.

Untuk itu sambung Navil, dirinya tidak akan tinggal diam. Aroma kematian fungsi DPRD Kuningan akan menjadi pembangkit gairah perjuangan rakyat melalui parlemen jalanan. Pihaknya tidak perlu diwakili jika tak mampu, biar rakyat yang langsung turun tangan.

“Kami akan usut tuntas sebab kemunduran Bung Deki. Jika benar DPRD Kuningan tidak lagi menjadi tempat memperjuangkan hak-hak rakyat dengan fasilitas yang kami beri mulai dari gedung, gaji sampai tunjangan-tunjangan lainnya, maka kami akan pecat semua wakil kami,” paparnya.

Jika berita yang beredar terkait dugaan adanya konspirasi jahat antara eksekutif dan legislatif benar adanya tegas Nabil, maka pihaknya akan seret mereka ke jalur hukum, mereka harus membayar mahal pengkhianat yang telah dilakukan kepada rakyat. Namun sebelum hal itu terjadi, Ia menyarankan kepada seluruh rekan-rekan Bung Deki untuk bercermin.

“Jika memang merasa tak mampu memperjuangkan hak-hak rakyat bahkan melakukan pengkhianatan terhadap rakyat, lebih baik tahu diri, mundur dari sekarang dan pulang ke rumah tinggal daripada pulang ke rumah tahanan,” ungkapnya.

Unutk itu tegas Nabil, segera pamit dari gedung dewan, pulang ke rumah dengan mengenakan jubah kebanggaan layaknya kesatria, daripada diseret ke rumah tahanan mengenakan rompi oranye sebagai pesakitan.

“Kami mendukung penuh kemunduran Bung Deki dan menunggu kedatangan beliau untuk bergabung bersama kami berjuang di parlemen jalanan. Saya yakin kemunduran Bung Deki akan menjadi tonggak awal kebangkitan rakyat menuju kemajuan,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh