Parlementaria

Tatib Dewan Pertimbangkan Budaya Lokal

Apang Sujaman

Kuningan Terkini - Muatan budaya lokal yang sempat menjadi perbincangan hangat di lingkungan para anggota dewan, akhirnya mendapat sinyal positif dari pimpinan dewan sementara dan pansus tata tertib DPRD Kuningan. Muatan budaya lokal sebagai salah satu masukan dari aspirasi masyarakat dianggap perlu untuk dimasukan dalam tatib dewan.

"Saya juga berharap untuk budaya lokal bisa dibahas oleh Tatib DPRD Kuningan. Apalagi, pansus tatib saat ini tengah menjalankan tugasnya untuk membahas seluruh alat kelengkapan dewan yang diperlukan," kata Pimpinan Dewan Sementara Apang Sujaman SPd kepada KaTer, Rabu (15/10/2014).

Dikatakan, budaya lokal harus bisa dijaga kelestariannya agar tidak tertindas oleh budaya luar. Hal itu dikhawatirkan bisa menghanguskan kebiasaan baik masyarakat Kuningan. Apalagi, para anggota dewan merupakan representatif dari masyarakat yang dituntut bisa menjaga budaya sebagai ciri khas kebanggaan masyarakat Kuningan.

"Saya kira masukan itu bagus. Ya kami harus menerapkan tatib dewan disesuaikan dengan budaya daerah kita sendiri. Saya setuju kalau budaya lokal masuk dalam tatib. Ini harus bisa ditindaklanjuti oleh pansus,” ujarnya.

Sementara, Ketua Pansus Tatib DPRD Kuningan H Dede Ismail SIP MSi menuturkan, sudah mengetahui terkait masukan budaya lokal yang menjadi masukan dari aspirasi masyarakat. Ia bersama anggota pansus lainnya juga secara tidak formal telah membicarakan terkait budaya lokal apakah akan dimasukan dalan tatib atau tidak.

"Intinya saya sangat setuju dengan usulan itu. Itu sangat baik untuk diterapkan dalam perilaku anggota dewan sehari-hari. Nanti, kami akan konsultasikan dulu ke Kemendagri. Yang jelas, tatib ini pada akhirnya akan dilaksanakan oleh seluruh anggota DPRD Kuningan yang berjumlah 50 orang itu, termasuk saya sendiri," pungkasnya.(AND)


Fishing