Parlementaria

Peringati Hari Tani, Petani Unjuk Rasa

Peringati Hari Tani, Petani Unjuk Rasa

Kuningan Terkini - Momentum Hari Tani Nasional yang tepat diperingati hari ini, Rabu (30/9/2015), dimanfaatkan ratusan massa aksi yang mengaku dari kalangan petani untuk berunjuk rasa. Mereka menduduki kantor DPRD Kabupaten Kuningan dengan membawa sejumlah tuntutan dalam bentuk kesepakatan, agar ditandangani para wakil rakyat dengan harapan bisa merubah kehidupan petani lebih sejahtera.

“Kami meminta agar anggota wakil rakyat yang terhormat bisa menandatangani Fakta Integritas. Pertama, senantiasa berkomitmen untuk menyikapi tentang pentingnya kedaulatan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat,” tegas koordinator aksi, Nana Rusdiana saat beraudensi bersama pimpinan DPRD Kuningan, Rana Suparman SSos didampingi Ketua Komisi II, H Dede Ismail beserta jajarannya.

Selanjutnya masih kata Nana, para wakil rakyat bersedia merealisasikan setiap fungsinya dengan kebijakan dan kewenangan untuk memperhatikan sektor pertanian. Selain itu, harus senantiasa bertindak tegas terhadap adanya alih fungsi lahan tanpa pandang bulu sesuai dengan kewenangannya.

“Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tani nasional sekaligus sejalan dengan lahirnya UU pokok agraria nomor 5 tahun 1960, serta untuk menjalankan reformasi agraria yang menandakan pentingnya peran dan posisi petani sebagai entitas dan pokok guru bangsa,” katanya.

Jadi lanjut Nana, langkah ini perlu diwujudkan untuk menekan ketimpangan dan ketidakadilan dalam penguasaan sumber-sumber agraria, yang menjadi persoalan mendasar dan menghambat pembangunan pertanian. Persoalan itu juga, merupakan warisan kolonial yang tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah.

“Oleh sebab itu, dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan yang menjadi persoalan mendasar dan sangat menentukan nasib suatu bangsa, serta pemenuhan semangat melalui produksi lokal yang menjadi hak setiap bangsa, dan setiap rakyat untuk memproduksi pangan secara mandiri, maka kami meminta agar tuntutan para petani dilaksanakan,” tandasnya.

Sementara peserta aksi lainnya, Dani Toleng menyampaikan bahwa, peringatan hari tani ini bukanlah peringatan atas kebangkitan kaum tani dan bukan pula pernyataan penghargaan atau pengakuan negara untuk memerdekakan petani. Tetapi, peringatan hari tani ini adalah sebagai bentuk keprihatinan ketertindasan kaum tani yang telah berlangsung sekian lama sejak jaman feodalisme, kolonialisme hingga sekarang.

“Padahal, kaum tani selama ini telah banyak berjasa dan selalu dibutuhkan oleh siapapun dan tidak pernah mengenal apa itu pejabat, konglomerat, aparat dan lainnya. Darimana untuk memenuhi kebutuhan makan mereka kalau bukan dari hasil produksi pertanian,” pungkasnya.(AND)


Fishing