Parlementaria

Manajemen PDAU Dinilai Tidak Terkelola Dengan Baik

Dede Ismail

Kuningan Terkini – Fraksi Gerindra yang dikomandoi Dede Ismail minta target yang dibebankan kepada Perusahaan Milik Daerah (PMD) dievaluasi. Salah satunya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kemuning yang rencananya ditarget 10 miliar, padahal tahun sebelumnya hanya mencapai kurang dari 1,4 miliar.

“Bagaimana rasio perhitungan pemerintah daerah dalam hal kenaikan target tersebut,” kata Dede saat menyampaikan Pandangan Umum terhadap Peraturan Daerah tentang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2017, pada rapat paripurna di gedung DPRD Kuningan, Selasa (13/12/2016).

Sementara untuk PDAU kata Dede, dalam nota keuangan APBD 2017 belum tercantum target yang ditetapkan. Untuk itu, Fraksi Gerindra memandang kinerja direksi PDAU harus dievaluasi kembali. Penyertaan modal pemerintah daerah terhadap PDAU tidak seimbang dengan hasil yang dirapatkan.

“Pengelolaan objek wisata, seperti waduk darma, talaga remis, balong dalem serta yang lainnya, jika dilihat jumlah rasio karcis yang terjual selama hari libur nasional maupun lebaran, jika diperhitungkan dengan PAD yang disetorkan pada pemerintah daerah tidak rasional,” katanya.

Atas dasar ini sambung Dede, Ia menilai manajemen PDAU tidak terkelola dengan baik karena hanya melihat berdasarkan data, bukan fakta dilapangan. Berapa target yang direncanakan pada PD Aneka Usaha. "Menurut kalkulasi perhitungan kami, seharusnya PDAU dapat menyumbang PAD minimal sebesar Rp600 juta," sebut Dede.

Begitu juga dengan PD BPR, dimana penyertaan modal yang diberikan oleh pemerintah daerah yang direncanakan sebesar Rp500 juta. Fraksi mendorong agar pemda untuk mengevaluasi jembali kinerja PD BPR saat ini dan kenaikan target untuk PD BPR sebesar Rp 1 milyar.

"Kami mohon penjelasan hasil audit OJK terhadap BPR," pungkas Dede. (L.hakim)


Fishing