• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam24092020

Last updateKam, 24 Sep 2020 12am

BJB

Pemerintahan

Intervensi Batu Satangtung, PPSPN Minta Bupati Tidak Terpengaruh

Perguruan Pencak Silat Padjadjaran Nasional (PPSPN) Cabang Kabupaten Kuningan

Kuningan Terkini - Permasalahan Tugu Batu Satangtung milik paseban Tri Panca Tunggal yang notabene mengatasnamakan masyarakat ADAT KARUHUN URANG SUNDA WIWITAN (AKUR) di Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, berujung saling mencari pembenaran.

“Kalau dilihat dari sebab dan musababnya terjadi kerincuhan ini, banyaknya pihak yang tidak tahu menahu mengenai masalah yang sebenarnya, tapi kemudian ikut berkomentar. Padahal kita tahu, kenapa terjadinya penolakan dari masyaraka, hal ini karena tidak ada izinya pendirian tugu batu satangtung dan kekhawatiran masyarakat tentang tugu batu satangtung tersebu,” kata Ketua Perguruan Pencak Silat Padjadjaran Nasional (PPSPN) Cabang Kabupaten Kuningan, Saprudin Kang Ibi, Minggu (02/08/2020).

Dengan adanya kejadian ini kata Kang Sasprudin, jajaran pengurus dan anggota Perguruan Pencak Silat Padjadjaran Nasional (PPSPN) Cabang Kabupaten Kuningan yang berdomisili di Desa Sayana Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan mengambil sikap agar semua pihak, terutama pihak luar diharapkan jangan ikut memanaskan suasana dengan statemen yang lebih kepada suudzon dan menduga-duga tanpa tahu hal yang sebenarnya terjadi.

“Kepada Bupati Kuningan, harus tetap tegas, lugas dan konsisten serta konsekwen dalam penegakan Perda. Jangan terpengaruh dengan intervensi atau tekanan dari pihak manapun, entah mengatasnamakan masyarakat, ormas, partai yang bertujuan mempengaruhi serta merubah keputusan yang sudah diambil,” paparnya.

Selain itu sambungnya, kepada semua pihak terutama para ahli agama dan sejarah, hendaknya membuka sejarah asli Kuningan, sunda wiwitan dan kepercayaan lainya, mengenai adat sunda, dan sunda wiwitan dan kepercayaan, sehingga tidak mengaburkan sejarah dan masyarakat agar memahami dengan benar.

“Kepada pihak paseban, hendaknya jangan berlebihan apalagi membelokan hal yang sebenarnya mengenai tugu Batu Satangtung. Gunakan Tata Titi Duduga Peryoga, Mipit Kudu Amit Ngala Kudu Menta, agar kerukunan yang sudah ada tidak rusak,” terangnya.

Diakhir statementnya, Kang Saprudin menyatakan dukungannya kepada Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH dalam menegakan perda tersebut dan menolak keras ada intervensi dari pihak manapun. “Mari kita jaga sama-sama Kuningan yang akur, Kuningan yang tentrem, rukun warganya bahagia masyarakatnya maju kotanya. Jangan sampai terpecah belah olah pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh