• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel28092021

Last updateSel, 28 Sep 2021 1pm

BJB

Pemerintahan

Bupati Kuningan Resmikan Pusat Isolasi Terpadu Covid-19

Bupati Kuningan sesaat setelah meresmikan Pusat Isolasi Terpadu Covid-19

Kuningan Terkini - Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH meresmikan Pusat Isolasi Terpadu Covid-19, tepanya di Gedung Pusdiklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Desa Cikaso. Senin (05/07/2021). Hal ini untuk menekan penyebaran dan penularan Covid-19 yang saat ini semakin meningkat, dengan target meningkatkan tingkat kesembuhan pasien.

Bupati Kuningan mengatakan, di Kuningan Angka Covid-19 semakin meningkat, maka diperlukan upaya atau ikhtiar dalam mengatasi dan mengantisipasi bagaimana kita menekan laju perkembangan covid-19. Hal ini semata-mata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Hal ini sejalan juga dengan Intruksi Mendagri No 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat,” katanya. Pusat Isolasi Terpadu Covid-19 ini kata Acep, memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 158 pasien. Dengan rincian, dilantai 1 untuk perempuan memilik 19 kamar dengan 2 tempat tidur, dan lantai 2 untuk pria memiliki 38 tempat tidur, dan tambahan Ruang Aula memiliki 40 tempat tidur (laki-laki dan perempuan, terpisah tirai), dan memiliki cadangan 17 kamar (bangunan lama) dengan 34 tempat tidur.

Sementara, Kadnkes Kuningan, dr Susi menembahkan, syarat pasien yang akan di isolasi, harus memiliki KTP/surat keterangan domisili dari lurah/kepala desa setempat/kartu pelajar/kartu keluarga, Orang yang didiagnosis sebagai terkonfirmasi covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan yang dibuktikan dengan menunjukkan hasil swab PCR/antigen positif yang mendapatkan rujukan dari puskesmas, Orang dengan riwayat kontak erat kasus covid-19 dengan hasil rapid antigen positif atau swab PCR positif yang mendapatkan rujukan dari puskesmas.

“Pasien yang berusia lebih dari 60 tahun, dapat diterima jika tanpa komorbid yang dalam kondisi terkontrol dan sudah mendapatkan pengobatan rutin dari dokter yang berwenang, Mandiri,” terangnya.(gg)

Add comment


Security code
Refresh