Pemerintahan

Kang Emil: PPKM Darurat Tekan Penularan Covid-19

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Kuningan Terkini - Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH., MH. mengikuti acara Do'a Bersama Lintas Agama melalui video conference, Selasa (13/6/2021) Malam di Ruang Rapat Linggajati. Acara digelar oleh Pemda Provinsi Jawa Barat untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat, di Gedung Pakuan Bandung.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, doa bersama lintas agama ini sangat penting untuk memberikan semangat kembali kepada masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Apalagi saat ini kasus sedang melonjak.

“Dalam beberapa hari terakhir, ada banyak sekali berita duka yang diterima di telepon genggamnya. Saya yakin, kejadian ini juga dialami oleh banyak orang termasuk masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Situasi ini kata Kang Emil, sapaan akrabnya, merupakan kondisi yang luar biasa pahit. Oleh karena itu, sebagai manusia biasa, semua orang membutuhkan kekuatan batin agar usaha dan ikhtiar yang saat ini sedang dilakukan dalam menyelamatkan nyawa diberi kemudahan dan perlindungnan oleh Tuhan YME.

"Sehari ada 5-10 berita duka di handphone saya. Saya juga meyakini bahwa di handphone masing-masing berseliweran notifikasi berita duka," terangnya.

Lebih jauh Kang Emil mengungkapkan permohonan maafnya atas penerapan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dianggap tidak nyaman bagi beberapa orang. Dengan adanya PPKM Darurat ini diharapkan bisa menekan kasus aktif harian. Karena, ini salah satu cara untuk mencegah penularan dengan menurunkan mobilitas.

“Apalagi saat ini ada varian baru dari virus COVID-19 di mana tingkat penyebarannya mencapai 5 sampai 10 kali lipat,” ungkapnya.

Kunci dari situasi yang buruk ini sambungnya, adalah mengurangi mobilitas. Karena hasil kajiannya semakin tinggi mobilitas maka dalam hitungan hari RS betul-betuk tidak akan menampung lagi pasien. Sehingga dengan mengurangi mobilitas mudah-mudahan masih bisa mengendalikan.

“Kita tidak ingin melihat Jawa Barat ada jenazah yang tidak terurus yang mungkin terlambat di parkiran, di jalanan," pungkasnya.(gg)