Sel26102021

Last updateSen, 25 Okt 2021 11pm

BJB

Pemerintahan

Yayan: PDAU Butuh Pemimpin Sedikit Bicara Banyak Wujud?

Yayan Iba

Kuningan Terkini - Kepemimpinan Direktur PDAU Kuningan, Nana Sutisna, banyak membuahkan hasil sakit hati orang banyak. Utamanya merusak kesehatan orang lahir maupun bhatin. Demikian disampaikan tokoh pemuda Kuningan, Yayan kepada Kuningan Terkini, Kamis (23/09/2021).

Misalnya kata yayan, Direktur PDAU meyakinkan rencana-rencana, khususnya yang pernah dijanjikan dibeberapa pertemuan terkait pembuatan pakan sapi, dan rencana penanganan penampungan dan pengelolaan kotoran sapi. Dimana, sudah tidak rahasia lagi karena banyak orang dengar pemarannya sangat wah dan meyakinkan.

“Kenyataannya seperti kena angin berlalu hanyut tak terwujud. Ibarat kata ada kepala tidak ada ekor," sindirnya. Dikatakan, memang suatu ide itu berawal dari Wacana hingga melangkah ke Rencana, setelah itu target Laksana.

Namun, mulai sari sangat serius melangkah terhadap Rencana, namun dalam perjalanan waktu, jika dalam pikirannya ada suatu wacana yang lain, rencana yang awal ditinggalkan, hingga semuanya tidak ada yang terlaksana alias mudah terbawa angina.

“Padahal, fokus lebih penting dari kecerdasan. Dari sinilah orang-orang yang pernah mengikuti pun merasa banyak membuang waktu,” tegasnya.

Lebih jauh Yayan mengungkapkan, dari nama PDAU saja sudah jelas Aneka Usaha. Tentunya ini bisa membantu home industri yang dijalin kemitraan UKM dengan Minimarket dan Supermaket, atau bahasa kerennya menjadi Supplier tunggal Minimarket dan Supermaket yang ada di kabupaten Kuningan.

“Toh dalam peraturan berdirinya pasar modern minimarket dan Supermaket wajib bermitra dengan UKM setempat. Jangan maindsetnya hanya mengelola wisata aja,,” ucapnya.

Wisata tandas Yayan, awalnya dikelola bumdes. Kasihan bumdes beserta karang taruna jika terkesan dijajah hingga dikuasai oleh PDAU. “Harapan saya jangan seperti kucing ngintip ikan, sejarah dan olah awal, desa setempat yang tahu. Tetapi, saat ada potensi panen PDAU pingin menguasai. Baiknya PDAU ada Inovasi dan Kreasi yang baru, bukan tuturut buntut,” pungkasnya.(gg)

Add comment


Security code
Refresh