Pendidikan

Al-Hidayah Wakili Kuningan ke Tingkat Provinsi

Tim Penilai Pengurus Wilayah IGRA Propinsi Jawa Barat saat menilai RA Al Hidayah.

Kuningan Terkini - Raudlatul Athfal (RA) Al-Hidayah Desa Tenjolayar, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan dinilai oleh Tim Penilai Pengurus Wilayah IGRA Propinsi Jawa Barat yanga dipimpin Siti Latifah. Hal ini menyusul Raudlatul Athfal (RA) Al-Hidayah terpilih untuk mewakili Kuningan ke tingkat Jabar.

Ketua PW IGRA Provinsi Jawa Barat, Siti Latifah mengatakan, visitasi dan penilaian lapangan ini merupakan rangkaian kegiatan pemilihan Raudlatul Athfal Unggulan Tingkat Provinsi Jabar. Penilaiannya dimulai dari seleksi administrasi RA yang diusulkan Kabupaten se-Jawa Barat yang diikuti 19 RA untuk diseleksi lagi menjadi 12 besar.

“Pada seleksi 12 besar ini mulai lebih selektif dengan memanggil kepala RA masing-masing untuk memberikaan presentase seputar kegiatan proses atau sistem pembelajaran yang telak dilaksanakan. Serta kondisi lembaga tempat proses pembelajaran dilaksanakan. Visitasi dan penilaian lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi real, apakah sesuai dengan yang disampaikan pada sesi presentasi sebelumnya,” ungkapnya.

iItambahkannya, penilaian RA Unggulan dibagi dalam tiga katagori. Yaitu, katagori RA standar, ideal dan biasa. Hal ini dimaksudkan agar penilaian disesuaikan dengan kondisi RA yang sangat beragam sesuai dengan kualifikasinya.

“Penilaian lebih difokuskan pada sarana prasana, system proses pembelajaran, dokmen dan administrasi pendidikan, kurikulum pendidikan yang digunakan, serta ketenagaan yang ada di lembaga tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Madrasah Kemenag Kuningan, Rokhidin mengaku bangga atas prestasi yang diraih RA Al-Hidayah bisa masuk 12 besar. Tentunya ini akan memberikan motivasi dalam upaya peningkatan akses mutu dan penjaminan mutu pendidikan. Raihan prestasi ini adalah salah satu kebanggaan tersendiri bagi lembaga pendidikan, Yayasan yang menaungi lembaga ini, dan masyarakat pada umumnya.

“Hal ini sebagai dorongan moril dan motivasi bagi RA yang ada di Kuningan untuk berbuat yang terbaik dan berprestasi bagi keberhasilan tujuan pendidikan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala RA Al-Hidayah Nety Widuri menyampaikan, visitasi ini sangat berarti dan menjadi kebanggaan tersendiri baginya dan masyarakat Desa Tenjolayar. Walaupun masih berusia muda, karena baru didirikan tiga tahun lalu tepatnya tahun 2011, pihaknya terus mencoba memberikan jawaban kepercayaan yang diberikan yayasan dan masyarakat.

“Alhamdulillah walaupun selama dua tahun proses pembelajaran dilaksanakan di Masjid, kepercayaan masyarakat terus bertambah menitipkan anak didiknya di RA Al-Hidayah. Untuk tahun ini, jumlah murid sebanyak 46 siswa,” ungkapnya. (DHE)


Fishing