Kuningan Terkini - Wakil Kemahasiswaan (WK3), Drs. H Cucu Rojikin, M.Si melantik Pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Tehnologi, Informasi dan Komunikasi (HIMATIK) STKIP Muhammadiyah Kuningan periode 2014-2015, di gedung STKIP Muhammadiyah, Minggu (14/12/2014). Hadir dalam acara pelantikan, sekretaris LPPK, Nunu Nur Firdaus S.Kom, staf dosen Home Base PTIK, Asep Mahfudin serta atamu undangan lainnya.
Pelantikan iini merupakan yang kedua kalinnya, sejak berdirinya hima PTIK (2011), Jumlah mahasiswa yang dilantik sebanyak 24 orang, dari 7 bidang kepengurusan. Kegiatan tersebut merupakan agenda wajib setelah dilakukannya pemilihan ketua HIMA pada 3 bulan yang lalu (September 2014).
Usai pelantikan, Feri Anggara selaku ketua HIMA terpilih mengatakan, banyak agenda yang harus dilaksanakan setelah pelantikan ini dalam waktu dekat. Rencananya, pengurus yang baru dilantik akan terjun langsung ke masyarakat dalam bentuk program nyata.
“Saya akan mengimplementasikan fungsi mahasiswa sebagai agen of change, yang paling penting mahasiswa harus mau, mampu dan maju, bukan sekedar wacana. Harus bertindak dan mampu memberi perubahan yang pada akhirnya dapat memajukan kehidupan masyarakat umum,” kata Feri menjelaskan.
Lebihlanjut Feri mengatakan, agenda tersebut akan dipusatkan di desa Peusing Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. “Adapun programnya yaitu ilmu tehnologi, keagaamaan, ilmu sosial dan ilmu pengembangan mutu Ekonomi kreatif,m” jelasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Kemahasiswaan (WK3), Drs. H Cucu Rojikin, M.Si mengatakan, Ia berharap agar kepengurusan Hima PTIK periode 2014-2015 bisa lebih baik dan mandiri. Dlam setiap kegiatannya, mahasiswa tidak selalu mengandalkan program kerja dan dana anggaran dari kampus.
“Setelah pelantikan ini, mahasiswa harus cepat bergerak. Jangan sampai setelah dibentuk namun tidak ada realisasi kerjanya. Terkait masalah dana kegiatan, mahasiswa harus belajar mandiri, jangan selalu mengandalkan anggaran dari kampus,” jelas Cucu.
Selain itu, Cucu juga menjelaskan, tidak ada jurusan di perguruan tinggi yang mengajarkan organisasi, tapi organisasi berada di perguruan tinggi. “Organisator harus mampu bersaing secara kompeten dalam bidang apapun,” ucapnya.(bay)