Pendidikan

USAID PRIORITAS Latih Para Guru

Sunaja Dulhadi (paling kanan) bekerjasama dalam kelompok Cirebon mengkaji ulang dampak program paket satu (91)

Kuningan Terkini - Masalah kurikulum Pendidikan yang menjadi polemik para guru saat ini, memotivasi USAID PRIORITAS dan Pemerintah JABAR untuk terus memberikan pelatihan kepada fasilitator daerah (Fasda) tingkat Jawa Barat, di Bandung beberapa waktu yang lalu. Demikian disampaikan Diding Gusutardi dari USAID PRIORITAS kepada Kuningan Terkini, Rabu (14/1/2015).

“Guru tidak perlu galau mengenai kebijakan kurikulum. Apapun kurikulum yang berlaku, guru tidak semestinya terbebani, karena justru kunci keberhasilan pendidikan itu adalah guru bukan kurikulum. Apalagi, para guru yang mengikuti program pelatihan guru USAID PRIORITAS, akan senantiasa siap melaksanakan kurikulum apapun dalam proses pembelajaran yang baik,” tuturnya.

Pelatihan ini kata Diding, diikuti oleh enam puluh orang calon Fasda dari empat daerah mitra USAID PRIORITAS. Diantaranya, Bekasi, Cirebon, Kuningan, dan Tasikmalaya. Para fasilitator daerah yang dilatih tersebut, dipersiapkan untuk melatih para guru di kabupaten/kota dan mendampingi sekolah mitra dalam mengimplementasikan praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen sekolah.

“Kami memberikan keterampilan praktis kepada peserta mengenai pembelajaran aktif dan manajemen sekolah. Pendekatan praktis kiranya dapat memfasilitasi guru untuk menjalankan tugasnya dengan mudah dan baik,” katanya.

Sementara, Koordinator Program USAID PRIORITAS Jawa Barat, Erna Irnawati menjelaskan, pihaknya memberikan keterampilan praktis kepada peserta mengenai pembelajaran aktif dan manajemen sekolah.

“Pendekatan praktis dapat memfasilitasi guru untuk menjalankan tugasnya dengan mudah dan baik,” jelasnya.

Program ini sambung Erna, kompatibel dengan kurikulum apapun. Sehingga, guru siap memfasilitasi pembelajaran aktif, baik dengan KTSP maupun K-13. Paket pelatihan kedua ini, fokus pada peningkatan literasi, kemampuan membaca dengan pemahaman, melayani perbedaan siswa.

“Paket pelatihan pertama tahun lalu sudah menunjukkan dampak positif di sekolah. Paket kedua ini diharapkan lebih berhasil lagi,” harap Erna.(BAY)


Fishing