Kuningan Terkini - Kesiapan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kuningan dalam memberdayakan pemuda khususnya dibidang PORA, serta sumbangsih inisiatif dan kreatifitas Himpunan Duta Pemuda (HDP) Kuningan, patut diacungi jempol. Pasalnya, dalam waktu dekat Disdikpora melalui Himpunan Duta Pemuda dibawah binaan Kabid Pora bakal melakukan rekruitmen Pemuda Pelopor serta pemilihan Duta Kuningan tahun 2015.
“Iya, kita akan melakukan seleksi Pemuda Pelopor tingkat Kabupaten Kuningan dan pemilihan Duta Kuningan Tahun 2015. Ini merupakan inisiatif dan gagasan yang diberikan oleh Himpunan Duta Pemuda Kuningan, sebagai wujud memberdayakan para pemuda yang mandiri, kreatif dan visioner,” ucap Ketua Panitia Bayu Rusman didampingi ketua Himpunan Duta Pemuda Kuningan, Oman Suryaman, Jumat (27/3/2015),
Pemuda sebagai generasi penerus bangsa kata Bayu, memiliki peran serta yang amat strategis dalam rangka melakukan perubahan-perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Kharakter yang harus dimiliki pemuda saat ini, adalah kharakter pemuda kreatif, inovatif, optimis dan dapat melakukan terobosan-terobosan baru.
“Oleh sebab itu, penyeleksian ini sebagai upaya dalam hal pembinaan dan pengembangan bakat serta minat potensi pemuda, guna mendorong tumbuh kembangnya sikap pemuda yang berkharakter untuk berkarya,” ujarnya.
Untuk kegiatan seleksi sendiri kata Bayu, rencananya bakal digelar pada hari Sabtu (4/4/2015) depan, yang bertempat di aula SKB Kuningan dengan dua agenda yakni seleksi Pemuda Pelopor dan pemilihan Duta Kuningan. Hal tersebut dilaksanakan, demi meningkatkan eksistensi pemuda di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dalam pelaksanaan kegiatan, tim penguji atau dewan juri yang diturunkan bukan hanya berasal dari lingkup Disdikpora Kuningan, melainkan dari tingkat provinsi seperti Konsultan IT Pemprov Jabar, Haris Nurmansyah,” sebutnya.
Adapun beberapa syarat yang diwajibkan kepada peserta seleksi kata Bayu, salah satunya yakni memiliki konsep kepeloporan pemuda dengan memilih salah satu bidang dengan cara membuat ide atau gagasan konkrit, yang bisa bermanfaat untuk masyarakat seperti bidang pendidikan, bidang sosial budaya, bidang pengelolaan sumber daya alam, bidang pangan, serta bidang komunikasi dan informasi.
“Konsep yang menjadi ide kepeloporan nantinya dituangkan dalam sebuah makalah atau karya tulis sederhana, sehingga pada saat pelaksanaan bisa dipresentasikan,” pungkasnya.(AND)