Pendidikan

Okayama Institute Jepang Kunjungi SMK Pertiwi

Vice Principle Okayama Institute of Languages Jepang, Mr Kudo memberikan cinderamata kepada  Kepala SMK Pertiwi Dea Ariana Vamitrianto  serta Ketua Yayasan Perhimpunan Pendidikan Abdi Pertiwi Drs H Tjetje Priatna BAE MSi

Kuningan Terkini - Vice Principle Okayama Institute of Languages Jepang, Mr Kudo melakukan kunjungan ke SMK Pertiwi Kuningan, kemarin. Kunjungan tersebut untuk melakukan sosialisasi program sekolah dan magang di Jepang.

Kedatangan rombongan dari Okayama Institute disambut langsung oleh Kepala SMK Pertiwi Dea Ariana Vamitrianto dan Ketua Yayasan Perhimpunan Pendidikan Abdi Pertiwi Drs H Tjetje Priatna BAE MSi.

Kepala SMK Pertiwi Dea Ariana Vamitrianto mengatakan, pihak dari Okayama Isntitute melakuan sosialisasi kepada siswa SMK Pertiwi mengenai program sekolah dan magang di Jepang. Program tersebut bukan hanya sekedar kerja, tapi selain kerja mereka juga disekolahkan.

“Program tersebut terlaksana berkat kerjasama Sentral Global Edukasi dan BMPS Jawa Barat dan SMK Pertiwi. Untuk Kabupaten Kuningan hanya 3 sekolah yang dikunjungi oleh Okayama Institut yaitu SMK Pertiwi Kuningan, SMK Pertiwi Cilimus dan SMK PGRI,” kata Dea.

Diakui Dea, sebelumnya pihak Okayama Institute melakukan visitasi ke SMK Pertiwi. Ketika dinilai layak sekolah tersebut, baru kerjasama ini bisa direalisasikan.

“Khusus di Jawa Barat, kouta siswa yang akan diikut sertakan dalam program tersebut hanya 30 siswa. SMK Pertiwi Kuningan sendiri akan mengirimkan satu orang siswanya yakni Agus Nugraha siswa kelas XII TKJ 2,” ujarnya.

Ketika lulusan SMK masuk Okayama Institut of Languages lanjut Dea, mereka akan belajar bahasa jepang terlebih dahulu. Ketika sudah bisa, selain dapat sertifikat, mereka akan ditempatkan dalam dunia kerja untuk magang. Dan gajinya pun bisa mencapai Rp 14 juta per bulan.

“Agus merupakan siswa pilihan. Ia juga telah melakukan tes wawancara dengan pihak Okayama Institut. Mudah-mudahan Oktober mendatang Agus sudah berangkat ke Jepang. Pihak sekolah bersama perbankan dan yayasan akan meng-cover biaya hidupnya selama disana,” terangnya.

Dea berharap, mudah-mudahan program kerjasama ini berkelanjutan. Karena untuk bekerja di Jepang diakui Dea sangat susah. Juga kuota siswa yang akan diberangkatkan magang di Jepang bisa bertambah.

“Kerjasama ini membutuhkan kepercayaan. Kami akan terus meningkatkan mutu sekolah dan kualitas serta skil siswa untuk mengejar standar pekerja di Jepang. Sehingga kerjasama ini dapat terus terjalin untuk kedepannya,” pungkasnya. (DHE)


Fishing