Pendidikan

Sekolah Binaan BNN Kuningan Dinilai

Tim penilai dari Prov Jabar saat menilai 2 sekolah binaan BNN Kuningan.

Kuningan Terkini - Setelah melalui rangkaian pembinaan yang cukup panjang, dua sekolah binaan BNN Kabupaten Kuningan yaitu SMK Negeri Japara dan SMA Negeri 3 Kuningan, Rabu (12/8/2015) telah memasuki tahap penilaian. Ada enam komponen yang dinilai, diantaranya pembentukan ASBN sekolah, penyelenggaraan kegiatan preventif dan promotif, pembentukan dan pelatihan kader/satgas anti narkoba, kebijakan P4GN di lingkungan sekolah dan kreativitas branding anti narkoba.

Tim penguji dari provinsi Jabar, yaitu Kabid Rehabilitasi BNNP Jawa Barat, Kabid Kesra BKPP wilayah Cirebon, Kasubid Dikmenti Disdik Jawa Barat mengakui. kedua sekolah binaan BNN Kuningan ini sangat serius dalam menjalankan visi-misi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) disekolah. Bahkan keseriusan ini juga sudah tampak sebelum kompetisi ASBN diadakan oleh BNN Propinsi Jabar.

Menurut Kabid Rehabilitasi BNNP Jawa Barat, Tri Wahyu Astuti, SE, ASBN memiliki enam komponen penilaian diantaranya pembentukan panitia ASBN tingkat sekolah, penyelenggaraan kegiatan preventif dan promotif, pembentukan kader/satgas anti narkoba, pelatihan kader/satgas anti narkoba, kebijakan P4GN di lingkungan sekolah, dan kreativitas branding anti narkoba.

“Bila sekolah dapat memenuhi keenam elemen ini nantinya akan masuk menjadi nominasi menjadi pemenang sewilayah III. Setelah lolos akan dilombakan untuk tingkat propinsi Jawa Barat,” katanya.

Sementara, Kepala BNN Kuningan, Guruh Zulkarnaen menambahkan, selain SMA Negeri 3 Kuningan dan SMK Japara, BNNK Kuningan juga membina dua sekolah lain dikabupaten Majalengka yaitu SMA Negeri 1 Kasokandel dan SMA Negeri 1 Sukahaji.

“Dengan diadakan ASBN ini, diharapkan dapat memotivasi sekolah-sekolah lain juga turut aktif untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba disekolahnya masing-masing,” jelasnya.

Lebih jauh Guruh mengungkapkan, berdasarkan data BNN, penyalahguna narkoba tingkat pelajar sudah tinggi. Dari keseluruhan penyalahguna, 22 persennya menjangkiti pelajar. Semakin muda seseorang terkena narkoba, kemauan untuk mengikuti rehabilitasi juga minim. Karena racun-racun narkoba sudah menempel di syaraf pusat otak yang seharus berkembang baik dalam masa pertumbuhan.

“Bila tidak segera melakukan rehabilitasi, berakibat masa depan suram, cacat permanen, bahkan mati sia-sia diusia yang masih muda,” terangnya.(nonarizky)


Fishing