Kuningan Terkini - Sebanyak 215 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) diwisuda dalam sidang senat terbuka yang dilaksanakan di Hotel Prima Resort, Rabu (30/9/2015).
Kegiatan wisuda ini dihadiri Perwakilan Kopertis, Bupati yang diwakili Kadisdikpora, Ketua Yayasan YPBHK, serta tamu undangan dan orang tua wisudawan.
Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy, mengatakan, dengan diwisudanya 215 mahasiswanya, sampai saat ini jumlah alumni STIKKU sudah mencapai 1.278 orang. Mahasiswa yang diwisuda, terdiri dari 70 mahasiswa program studi profesi ners, 110 mahasiswa program studi kebidanan (D3), 36 mahasiswa program studi ilmu keperawatan (S1) dan 14 mahasiswa program studi ilmu kesehatan masyarakat (S1).
“Atas nama pribadi dan seluruh sivitas akademika, saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilannya menyelesaikan studi. Mudah-mudahan, kompetensi dan gelar akademik yang diraih, Saudara akan mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk berkreasi mengabdikan diri, meniti karir, dan menyongsong masa depan sebagai tenaga kesehatan yang berwawasan entrepreneur yang berprestasi dan berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan di Indonesia,” ungkap Asep dalam sambutannya.
Asep mengatakan, seluruh jerih payah dan pengorbanan orang tua dan keluarga telah membuahkan hasil. Kini lanjut Asep, saatnya wisudawan berjuang memasuki fase baru yaitu Universitas Kehidupan sebagai the real life system.
“Di tengah masyarakat ini lah, Saudara akan merasakan pembelajaran yang sesungguhnya. Saya tegaskan bahwa tugas kita yang utama adalah menjadi pembelajar sepanjang hayat, karena pada hakikatnya belajar tak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu, apalagi dalam era knowledge based society seperti sekarang ini. Mereka yang menguasai informasi lah yang kemungkinan mampu bertahan dalam era persaingan,” ujarnya.
Asep berpesan, agar bisa terlepas dari persaingan, maka harus bisa tampil sebagai “Be The First, Be Better, and Be Different”. Untuk menjadi yang pertama, diakuinya memang sangatlah sulit. Karena membutuhkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang paripurna serta didukung dengan kecerdasan adversitas dan kreatifitas yang istimewa.
“Tapi, tak perlu pesimis, jika kalian tak bisa menjadi yang pertama, maka jadilah lulusan yang lebih baik dari lulusan lain pada umumnya. Saya yakin Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang kalian miliki, sama dengan kebanyakan lulusan dari PT lainnya yang sejenis, sekalipun peraih IPK tertinggi sekalipun. Karena itulah konsep ‘menjadi lebih baik’ di sini adalah pada karakter personal. Jika kalian tak bisa lebih baik, beranilah tampil beda, tampil unik,” pesan Asep. (DHE)