Pendidikan

Budaya Baca Siswa dan Guru Terus Digenjot

Kuningan Terkini - Disdikpora Kabupaten Kuningan bersama USAID Prioritas terus memacu budaya membaca pada setiap siswa sekolah di Kuningan. Alhasil, budaya baca saat ini terus dikembangkan setiap sekolah maupun madrasah untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa maupun guru.

Misalnya yang tengah diterapkan beberapa sekolah seperti MI Cokroaminto, SDN I Cilimus, MTsN Sangkanhurip dan SMPN I Cilimus. Sekolah tersebut mengajak para siswa dan guru untuk membudayakan membaca buku, baik memanfaatkan ruang pembelajaran di sekolah maupun di luar kegiatan belajar mengajar.

“Kami sangat mengapresiasi atas kunjungan dari unsur sekolah ini. Apalagi dari unsur madrasah, kami sangat bangga sekali atas wujud nyata dari segenap stakehokder MI Cokroaminoto yang berkenan memperkenalkan budaya baca kepada segenap peserta didik dan guru,” ucap Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kuningan, Dudin Mufakir SH, Minggu (13/12/2015).

Kepala MI Cokroaminoto, Tatat Pujiati mengaku, selain kunjungannya ke Perpusda Kuningan, pihak sekolah kerap mendekatkan buku kepada siswanya dengan membuatkan display di depan kelas. Hal ini bertujuan agar para siswa bisa lebih dekat dengan buku-buku pelajaran sekolah maupun umum.

“Kami membuatkan display pajangan buku yang terbuat dari paralon yang dibelah tengahnya untuk diisi buku. Mereka harus sedini mungkin didekatkan dengan buku agar budaya baca berhasil. Selain siswa, guru-guru disini juga wajib membaca,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan MI Cokroaminto, SDN I Cilimus dan MTsN Sangkanhurip serta SMPN I Cilimus juga menerapkan hal serupa dalam menggenjot budaya baca kepada para siswa dan gurunya.

“Anak-anak itu kan suka dengan hiasan yang berupa gambar dan animasi binatang. Lalu atas dukungan komite dan guru juga, kami mengecat semua kelas dengan desain kartun yang disukai anak-anak, untuk meningkatkan budaya baca tanpa menghilangkan esensi dari pola pembelajaran di sekolah,” kata Kepala SDN I Cilimus, Nana Supriatna di tempat berbeda.

Sementara Kepala SMPN 1 Cilimus, Salim Setiawan menuturkan, program budaya baca yang tengah diterapkan disekolah mengggunakan konsep dengan model cafe baca. Terbukti, konsep café baca ini mampu meningkatkan jumlah kedatangan siswa ke perpustakaan.

“Dulu sewaktu perpustakaan belum ditambahkan sarana meja kursi ala café, kunjungan siswa di perpustakaan sangatlah sedikit,” tukasnya. (AND)


Fishing