Pendidikan

STIKKU Jadi Tuan Rumah Rapimnas ILMIKI ke-II

Rapimnas ILMIKI ke-2

Kuningan Terkini - Sebanyak 77 orang mahasiswa keperawatan yang berasal dari seluruh Indonesia yang mewakili BEM Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Keperawatan berkumpul di Kuningan untuk mengikuti kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Lembaga Mahasiswa Keperawatan Indonesia (ILMIKI) yang ke-2 yang berlangsung dari 25-27 Maret 2016.

Para delegasi berasal dari 16 provinsi dimana delegasi terjauh berasal dari Fakultas Keperawatan Universitas Syah Kuala Banda Aceh dan Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia Timur Makassar.

Beberapa delegasi dari PTN hadir dalam Rapimnas ILMIKI kali ini yakni Unsyah, Unpad Bandung, UI, UIN Jakarta, UGM Yogyakarta, Unsoed Purwokerto, Undip Semarang, Unair Surabaya, Unibraw Malang, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Dari Jawa Barat sendiri delegasi yang hadir adalah Unpad, STIKKU, Stikes Indramayu, Stikes Bakti Kencana Bandung dan Stikes Jendral Ahmad Yani Cimahi.

Rapimnas ILMIKI kali mengambil tema “Optimalisasi Peran ILMIKI Guna Meningkatkan Eksistensi Perawat yang Dinamis di Dunia Kesehatan Indonesia”.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kuningan yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan H Radji SE MMKes. Hadir juga Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy Sked, perwakilan PPNI Provinsi Jawa Barat, Ketua PPNI Kabupaten Kuningan, Ketua IAKMI Kabupaten Kuningan beserta tamu undangan lainnya.

Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy SKed dalam sambutannya mengatakan, STIKKU telah resmi menjadi anggota ILMIKI setelah 3 kali mengikuti kegiatan ILMIKI di tingkat nasional.

Menurut Asep, belum banyak PTS Kesehatan di Indonesia yang memiliki prodi Keperawatan yang telah menjadi anggota ILMIKI karena harus melalui mekanisme sesuai dengan AD ART yang telah ditetapkan.

Asep pun mengungkapkan rasa syukur dan bangga bahwa kampusnya diberikan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah event nasional mahasiswa keperawatan seluruh Indonesia.

“Saya berharap ILMIKI dapat berperan sebagai advocacy agency dan berkontribusi menyuarakan aspirasi mahasiswa seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dijelaskan Asep, ada banyak isu yang perlu dipikirkan oleh mahasiswa keperawatan. Seperti uji kompetensi nasional ners, disparitas kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi keperawatan, tindaklanjut UU No 38 Tahun 2014 tentang keperawatan yang sampai saat ini belum ada peraturan pemerintah sebagai turunannya, peluang dan tantangan perawat di era pasar bebas, dan masih banyak lagi isu lainnya.

“Mahasiswa keperawatan harus bisa berkontribusi mendorong peningkatan social accountability institusi pendididkan keperawatan di Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan dalam sambutannya yang dibacakan Kadinkes Kuningan mengungkapkan rasa bangga kepada STIKKU yang telah mampu menampilkan diri sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.

“Buktinya kini Kuningan bisa menjadi tuan rumah perhelatan even tingkat nasional sehingga secara tidak langsung telah mampu mempromosikan Kuningan sebagai kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata dan keunggulan lainnya,” ucapnya.

Bupati sangat mengharapkan kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang besar. Bukan saja bagi para mahasiswa keperawatan di Indonesia, namun bagi kabupaten Kuningan agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. (DHE)


Fishing