Pendidikan

Ratusan Mahasiswa IPB KKN Tematik di Kuningan

Bupati Kuningan, H Acep Purnama, SH MH  saat menyerahkan cinderamata kepada Dekan IPB, Prof Yusman Syaukat, PhD

Kuningan Terkini - Untuk kali kedua, ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan KKN Tematik di Kabupaten Kuningan. Didampingi Dekan IPB, Yusman Syaukat, sejumlah mahasiswa IPB ini diterima langsung Bupati Kuningan, H Acep Purnama, SH MH di ruang eks Dispenda, Jumat (15/06/2016).

Dekan IPB, Prof Yusman Syaukat, PhD mengatakan, KKN IPB ini merupakan wajib KKN bagi seluruh mashasiswa IPB. Saat ini baru baru empat fakultas yang diwajibkan untuk melaksanakan KKN, diantaranya fakultas Pertanian, Peternakan, Ekonomi dan Magemen serta Ekologi Manusia.

“Yang melakuakn KKN di Kabupaten Kuningan sekarang ini, adalah masahsiswa dari fakultas Ekonomi dan Managemen sebanyak 179 orang dari 202 mahasiswa,” katanya.

KKN ini kata Yusman, bertujuan untuk pembelajaran bagi mahasiswa langsung dari masyarakat sekitar. Dilapangan, mahasiwa bisa belajar dari masyarakat, juga bisa menerapkan ilmunya di kampus untuk kepentingan masyarakat.

“Mudah-mudahan program-program yang ingin dilakukan oleh desa dan kecamatan bisa lebih terdorong lebih cepat,” harap Yusman. Seluruh peserta KKN ini sambung Yusman, akan tinggal di Kuningan selama dua bulan, mulai dari tanggal 15 Juni hingga 8 Sepetember 2016 dan akan ditempatkan di 7 Kecamatan dan 30 Desa.

Sementara, Bupati , H Acep Purnama dalam sambutannya mengatakan, meelaui kegiatan KKN Tematik tahun 2016 ini, mahasiswa diharapkan melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada perkuliahan di IPB sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing kepada masyarakat yang berdaya guna dan berhasil guna.

“Para mahasiswa sebagai pelaku utama KKN ini, harus dapat memberikan kontribusai dalam membantu prosese pembanguan di wilayah pedesaan (lokasi KKN) dan dapat berperan sebagai motivatordinamisator, dan fasilitator yang efektif. Sehingga masyarakat desa akan lebihi tergugah berpartisipasi aktif membangun desa,” tandasnya. (l.hakim)


Fishing