Pendidikan

SMK Pertiwi Kuningan Gelar Job Fair Mini

Kuningan Terkini - SMK Pertiwi Kuningan menggelar kegiatan Job Fair Mini selama 2 hari, mulai dari tanggal 20-21 Juli 2016 di Kampus SMK Pertiwi. Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari para pencari kerja yang ingin memperoleh informasi lowongan kerja yang tersedia. Hal ini dibuktikan dengan banyak datangnya ratusan para pencari kerja ke SMK Pertiwi.

Kepala SMK Pertiwi Kuningan Dea Ariana Vamitrianto MSi mengatakan, kegiatan Job Fair ini terbuka untuk umum baik itu lulusan SMA, SMK, D3, S1 dan S2. Ada 6 perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan yaitu Indomart, Axioo, Paraghon, Bina Artha, JG Motor dan Komida.

“Job Fair Mini ini merupakan program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI. SMK Pertiwi ditunjuk oleh Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kuningan untuk menyelenggarakannya,” ungkap Dea.

Dijelaskan Dea, program Job Fair Mini merupakan yang pertama kalinya di Kuningan. Menurutnya, untuk mengatasi masalah pengangguran, kegiatan seperti ini harus sering diadakan. Terbukti, meskipun mini, tetapi antusiasme dari para pencari kerja sangat bagus.

“Harus sering diadakan Job Fair Mini, kalau bisa per triwulan dan tempatnya di sekolah. Karena sistem rekrutmen di perusahaan kan tidak bisa diprediksi waktunya kapan. Itu tergantung kebutuhan karena angkatan kerjan di perusahaan bukan per tahun,” ujarnya.

Kepala Disnakertransos Kuningan Dadang Supardan yang membuka acara secara resmi menyatakan, bahwa kegiatan Job Fair Mini merupakan program dari Kementerian Tenaga Kerja dan terselenggara atas kerja sama Disnakertransos dengan Bursa Kerja Khusus SMK Pertiwi Kuningan.

“Di Kuningan, tahun ini sudah dua kali dilaksanakan Job Fair, yaitu Job Fair yang besar di Sanggariang dan sekarang yang mini di SMK Pertiwi. Dan beruntung Kuningan masuk 12 Kabupaten/Kota se Indonesia yang dipilih oleh Kemnaker untuk diadakan Job Fair Mini,” ucap Dadang.

Berdasarkan data, lanjut Dadang, jumlah pengangguran di Kuningan versi Suseda mencapai 26 ribu orang. Sedangkan versi dari badan statistik jumlahnya 32 ribu orang.

“Meskipun kedua data tersebut berbeda, tapi kami dari Dinas lebih fokus kepada bagaimana solusi untuk menekan angka pengangguran tersebut. Salah satu cara menekan angka pengangguran yang dilakukan seperti dengan diadakannya kegiatan Job Fair,” tandasnya. (dhe)


Fishing