Pendidikan

Reunusa, Ajak Alumni Bangun Negri

Reuni Nusantara (REUNUSA) 2016

Kuningan Terkini - Meskipun telah berkiprah dalam karier yang berbeda dan tempat yang berbeda pula, para alumni pondok pesantren Husnul Khotimah tetap menyempatkan diri untuk hadir dalam acara Reuni Nusantara (REUNUSA) 2016 yang dilaksanakan oleh Ikatan Silaturahim Alumni Husnul Khotimah (ISLAH) pusat.

Ketua panitia REUNUSA 2016, Qoulan Sadida, Minggu (31/07/2016) mengatakan, acara Reunusa ini tidak hanya acara temu kangen saja, tapi juga ada acara alumni go to class. Acara ini memungkinkan para alumni untuk berbagi cerita kesuksesan mereka kepada santri di pondok pesantren Husnul Khotimah.

Acara hari pertama dilaksanakan di gedung aula Raja Seafood Bandorasawetan Kuningan, dan hari kedua di pondok pesantren Husnul Khotimah Kuningan Di hari pertama, diadakan acara simposium bersama para alumni dan narasumber yang terdiri dari DR. H. Mardani Ali Sera, M. Eng. (Intelektual muda Muslim), K. H. Achidin Nur, MA. (Pembina Yayasan Husnul Khotimah), dan Khoirul Subhi (Presiden Islah 2014-2017), Kepala Divisi Humas dan Dakwah Husnul Khotimah, Sanwani, S.H. Hiburan dari grup Marawis pondok pesantren Husnul Khotimah (Al-Hasan) juga ikut memeriahkan acara ini.

REUNUSA 2016 dihadiri oleh para alumni dari angkatan pertama hingga angkatan ke sembilan belas. Pondok pesantren Husnul Khotimah sendiri telah mencetak sebanyak 3.624 orang alumni sejak didirikannya pada tahun 1994. Islah sebagai forum silaturahmi resmi diharapkan dapat menjadi corong informasi yang tepat untuk tetap berperan terhadap suksesnya Yayasan Husnul Khotimah Kuningan.

Ditempat yang sama, Presiden ISLAH Khoirul Subhi, pihaknya berharap acara ini bisa kembali mengikat hati dan pemikiran para alumni untuk berkontribusi bagi almamater dan bagi negeri dan kembali mengikat hati dan pemikiran para alumni untuk berkontribusi bagi almamater dan bagi negeri.

“Secara personal para alumni sudah memiliki potensi yang luar biasa. Akan tetapi, saya lihat para alumni itu seperti buih di lautan,” ujarnya.

Khoirul Subhi juga menekankan pentingnya Islah sebagai salah satu sarana memajukan negeri sesuai dengan moto Islah sendiri yaitu Berawal dari mimpi, berkontribusi untuk negeri. Bagi alumni Husnul Khotimah angkatan ke-III ini, alumni pondok pesantren Husnul Khotimah Kuningan memiliki potensi yang besar untuk turut membangun negeri melalui ide-ide dan posisi strategis di berbagai lini dan profesi.

“Islah telah memiliki 9 pengurus daerah dan 5 perwakilan di luar negeri.” Terangnya seraya berharap setiap alumni memiliki kesadaran yang sama untuk bersatu membangun almamater Husnul Khotimah, dan berkontribusai dalam kebangkitan Indonesia melalui berbagai cara. Salah satunya dengan diadakannya REUNUSA ini.

Lanjutnya, dengan tema REUNUSA 2016 yaitu Mengenal sesama, berkumpul bersama, berperan seirama, Islah untuk kebangkitan negeri, diadakan berbagai acara. Di hari pertama diadakan pembukaan REUNUSA, simposium REUNUSA, Forum General Discussion.

Di hari kedua diadakan Photo Contest, pertandingan futsal, dan berbagai acara menarik yang diharapkan mampu mengeratkan kembali keakraban seperti masa sekolah dulu. Kepala Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Sabiqin Lc, ia mengingatkan beberapa poin penting yang menjadi harapannya kepada seluruh alumni. Diantaranya adalah mengenai kontribusi yang harus betul-betul dilakukan, dan agar alumni menyampaikan prestasi atau kiprah mereka di masyarakat kepada pondok pesantren.

“Hal ini penting karena laporan-laporan prestasi dan kiprah dari alumni akan menjadikan masyarakat menjadi lebih yakin terhadap pondok pesantren Husnul Khotimah dan agar dapat menarik perhatian mereka sebagai bagian dari dakwah Husnul Khotimah.” Ujarnya (l.hakim)


Fishing