Pendidikan

Mahasiswa PGSD Uniku Ikuti Diklat Koperasi

Diklat Koperasi  Uniku

Kuningan Terkini - Ratusan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) mengikuti kegiatan Diklat Koperasi di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I, Kamis (29/12/2016).

Diklat bertajuk Melalui Diklat Koperasi Kita Tingkatkan Pemahaman dan Pengelolaan Berkoperasi Yang Berkualitas ini digelar Program Studi (Prodi) PGSD Uniku dalam rangka memberikan pemahaman yang mendalam kepada para mahasiswa mengenai koperasi dengan tata cara pengelolaan yang baik dan berkualitas.

Ketua Pelaksana atau Ketua Kopma Sauyunan PGSD FKIP Uniku, Nurholis mengatakan, diklat koperasi merupakan agenda kegiatan tahunan yang selalu konsisten diselenggarakan oleh Prodi PGSD setiap tahunnya diikuti oleh kurang lebih 231 mahasiswa PGSD.

“Narasumbernya Ketua IMAKOP dan Wakil Ketua Dekopinda Kabupaten Majalengka Herman Suherman, serta Wakil Direktur PT Sejahtera Anugerah Pratama (SAP) Indonesia Indrajaya,” katanya.

Kegiatan ini kata Nurholis, diselenggarakan agar para pengurus koperasi mahasiswa PGSD, bisa meningkatkan pemahamannya tentang tata cara pengelolaan koperasi yang baik dan berkualitas. “Semoga, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kami sebagai bekal dalam mengelola koperasi di PGSD dan dapat dijadikan pengalaman yang berharga bagi kami selaku calon guru SD,” harapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Dr. Pupu Saeful Rahmat, M.Pd., menuturkan, narasumber Herman Suherman memaparkan koperasi beserta tata cara manajemen dan akuntansinya dan materi kewirausahaan bisnis online dipaparkan oleh Indrajaya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., dalam sambutannya, Diklat Koperasi untuk membekali mahasiswa di masa datang sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. “Guru di masa sekarang itu, tuntutannya tidak hanya pandai mengajar saja, tetapi harus mempunyai skill yang lainnya diantaranya adalah mengelola koperasi,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja, sambung Anna, keberadaan koperasi mahasiswa ini, diharapkan mampu meringankan mahasiswa di akhir masa studinya karena ada sebagian tabungan di koperasi mahasiswa ini akan kembalikan. Koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat, ekonomi harus dibangun dari awal sehingga mampu membantu kebutuhan keluarga.

“Tanamkan karakter koperasi sejak dini, dimulai dari siswa siswi Sekolah Dasar (SD). Dengan adanya Diklat Koperasi ini, diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat sehingga bermanfaat baik untuk diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas,” pungkasnya. (l.hakim)


Fishing