Pendidikan

Smansaka Dirikan Bank Sampah

Bank Sampah Smansaka

Kuningan (KaTer) - SMA Negeri 1 Kadugede (Smansaka) sebagai sekolah Adiwiyata Nasional menunjukan komitmennya terhadap lingkungan hidup dengan mendirikan Bank Sampah Saka Mandiri. Saat ini, bank sampah Saka Mandiri telah memberikan manfaat besar. Selain mengurangi volume sampah, hal ini bisa menjadi konsep pendidikan kewirausahaan bagi warga sekolah dan bisa mendatangkan keuntungan bagi para nasabahnya.

Direktur Utama Bank Sampah Saka Mandiri Smansaka, Taryo M.Pd kepada KaTer, Rabu (2/1/2014) mengatakan, pihak Smansaka berinisiatif menciptakan wahana untuk pendidikan kewirausahaan yang difokuskan pada pengelolaan sampah. Sebagian besar sampah yang dihasilkan dari tiap kelas berupa kertas dan plastik, yang termasuk kategori sampah laku jual bisa dikelola. Maka, setiap siswa dilatih untuk memanfaatkan sampah tersebut melalui pengelolaan bank sampah.

“Antusias dan respon warga sekolah sebagai nasabah bank sampah Saka Mandiri sangat tinggi. Hal ini terbukti volume sampah yang terkumpul bisa mencapai 5 kg per bulan dari tiap kelas. Apabila dijumlahkan dari 27 kelas maka tidak kurang dari 145 kg sampah terkumpul,” katanya.

Adanya bank sampah ini kata Taryo, untuk mengurangi volume sampah, memilah-milah sampah, memanfaatkan sampah, mendaur ulang sampah dan menabung sampah sehingga dapat mendatangkan manfaat bagi warga sekolah. Sampah apabila dikelola dengan baik bukan lagi menjadi masalah akan tetapi malah mendatangkan manfaat.

“Pendirian bank sampah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekolah sekaligus pengelolaan sampah agar memiliki nilai manfaat. Warga sekolah, seperti para guru dan pelajar setempat yang menabung sampah, menjadi nasabah kami dan memiliki buku tabungan tersendiri layaknya lembaga perbankan keuangan," tandasnya.(and)


Fishing