Kuningan (KaTer) - Berdasarkan isu yang berkembang saat ini, Uang Perjalanan (UP) Guru Honorer (SD,SMP&SMA/SMK) yang telah memiliki NUPTK sebesar 100 ribu rupiah perbulannya, hingga kini belum dibayarkan. Hal ini terungkap saat Sekretaris PEKAT Indonesia Bersatu, Nana Mulyana berbincang dengan KaTer, Rabu (22/1/2014).
“Perbulan januari ini, anggaran itu hilang atau tidak keluar lagi tanpa alasan jelas. Saya atas nama Ormas PEKAT menyayangkan dan sangat prihatin adanya kebijakan ini,” katanya.
Dikabupaten Kuningan kata Nana, diperkirakan ada lebih dari 5rb tenaga honorer. Kalau saja, asumsi 5000 tenaga honorer di kalikan Rp.100.00, jumlahnya mencapai 500 juta rupiah. Jadi kalau dihitung setiap tahun anggara, bisa mencapai 6 miliar rupiah. Jika tidak dibayarkan, uang ini hilang tidak beralasan.
“Aturannya kan di tambahin, bukannya dihilangin. Mereka (tenaga honorer,red) dengan tanpa tanda jasa mengabdi bua tmasyarakat. Seyogyanya, UP tersebut tidak dihilangin,” ucapnya.
Terpisah, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Drs Asep Taufik Rochman MPd kepada KaTer menjelaskan, UP tenaga honorer tidak hilang. Anggaran tersebut setiap tahunnya sebesar 2,1 miliar. Rencananya, minggu depan akan dicairkan sesuai peruntukannya.
“Kemarin sudah disosialisasikan ke tiap UPTD dalam rangka pencairan dan pembagian dana tesebut,” terangnya.(AND)