• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab08052021

Last updateJum, 07 Mei 2021 1am

BJB

Politik

Mang Ewo: Poling Bupati 2024-2029, Muncul Isu Negatif?

Sujarwo

Kuningan Terkini - Diawali dengan munculnya polling pendapat, kelayakan calon Bupati periode tahun 2024-2029, beragam gaya dan strategi dari yang terjaring dalam polling mulai nampak. Demikian disampaikan pemerhati Kebijakan Kuningan, Sujarwo kepada Kuningan Terkini, Jum’at (12/03/2021).

“Ada yang acuh, ada yang serius, ada yang baper bahkan isi negitif mulai muncul. Misalnya, ada yang mulai mengadu domba, serta ada pula yang sudah mempreteli peran dan fungsi yang di anggap kompetitor,” kata Sujarwo yang akrab disamapa Mang Ewo menjelaskan.

Polling pendapat ini kata Meng Ewo, salah satu bukti masyarakat mulai memahami keadaan. Diantaranya, lonjakan angka kemiskinan, dimana Kuningan menjadi ranking terakhir di Jawa Barat, penanggulangan covid 19 yang sulit di kendalikan terutama terkait bantuan sembako dari dana APBD dan bantuan dari pihak ke 3 yang tidak transparan.

“Selain itu, pembelian RS Citra Ibu yang kurang berfungsi serta belum terjawabnya prosedur dan harga dari pembelian RS yang dipertanyakan publik,” terangnya.

Dengan adanya isu tersebut lanjutnya, suara masyarakat mulai menimang-nimang siapa yang layak jadi panutan di kota kuda. Ditambah lagi dengan merosotnya kualitas infra struktur yang rendah. Terbukti jalan jalan yang hanya tersentuh dalam bentuk penambalan,

“Itupun pengerjaanya didominasi oleh pengusaha peliharaan kekuasaan, ditambah trending isue sekarang menyangkut mutasi yang sama sekali tidak mengajak musyawarah wakil bupati dan Sekda, menurut saya semua itu bentuk kegusaran sang pemimpin,” tuturnya.

Pada pemilihan Bupati dan wakil bupati 2013-2018 kata Mang Ewo, kebaikan Alm Hj Utje Khoariyah Hamid Suganda sangat terlihat murah hati. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan tim loby calon Wakil Bupati saat itu, yang ternyata tim lobynya sendiri sekarang di habisi. Ini sebuah jurus politik yang tidak berbasis kultural.

“Waktu kini sudah berjalan, masyarakat sudah punya penilaian dari setiap prilaku yang muncul di polling. Bupati yang sudah dua periode, dapat dipastikan tidak bisa ikut kembali, walaupun berkembang pemahaman bahwa Bupati sekarang masih bisa manggung di tahun 2024,” paparnya.

Padahal terang Mang Ewo, Bupati sekarang ini, dilantik untuk menggantikan Alm Hj Utje Khoeariayah Hamid Suganda. Semua pasilitas dan tunjangan yang melekat sudah diberikan oleh Negara, seperti yang tersurat dalam SK Mendagri atas nama presiden dan dibacakan Gubernur pada saat pelantikan. Tidak hanya itu, untuk memudahkan tugas Bupati ditetapkan Wakil Bupati. “Itu menunjukan, periodesasi menggantikan, masuk dalam hitungan satu periode,” ucapnya.

Sebagai contoh beber Mang Ewo, Kabupaten Tasik, wakilnya menggantikan Bupati anyg menjadi Wakil Gubernur dan masa pengabdiannya kurang dari dua tahun, tetapi tetap terhitung satu periode. “Itu kiranya latar belakang masyarakat mulai menimang-nimang panutannya kedepan, karena masyarakatpun tidak mau mengalami kemiskinan atau masa kegelapan yang kedua kali, Ajakan saya cermat dalam memilih pemimpin, agar pemimpin menjadi panutan kita,” bebernya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh