Fishing

Spanduk Bacaleg Raib, Pendidikan Politik Masih Rendah?

Jum12072024

Last updateKam, 11 Jul 2024 4pm

bjb

Politik

Spanduk Bacaleg Raib, Pendidikan Politik Masih Rendah?

S[anduk ucapan ramadhan raib.

Kuningan Terkini - Tensi politik jelang Pemilu 2024, mulai terasa di Kabupaten Kuningan. Kejadian raibnya spanduk ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 H, ternyata tidak hanya milik Ketua MPC Pemuda Pancasila, H Harnida Darius, yang akan maju sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Dapil I DPRD Kuningan dari Partai Golkar saja, ternyata spanduk dengan ucapan yang sama milik Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Drs. Ikhsan Marzuki, MM juga raib pada waktu waktu dan di lokasi yang sama.

"Ya saya sudah koordinasi dengan Tim Relawan dan dengan Kang Harnida juga. Saya melihat ada pihak-pihak, bisa tim sukses atau pendukung yang tidak faham arti berdemokrasi. Mereka main copot spanduk pihak lain yang dianggap menjadi lawan calon yang mereka dukung", ungkap Ikhsan saat dimintai tanggapannya, Jum'at, (31/03/2023).

Ikhsan mengingatkan, kalau memang spanduk yang dipasang berisi hasutan, permusuhan, sudah seharusnya masyarakat, bahkan aparat penegak hukum mencopot dan mengamankannya. Tapi kalau spanduk ucapan selamat melaksanakan ibadah saja sudah main copot, ini berarti pendidikan politik kepada masyarakat masih rendah dan perlu terus digalakkan. Terkait raibnya spanduk dirinya,

Ikhsan menjelaskan, dalam upaya pendidikan politik ke masyarakat dirinya sering menyampaikan bahwa dalam demokrasi jangan menganggap lawan politik sebagai musuh. Lawan politik justru sebagai lawan berpikir, beradu gagasan.

"Kalau kita menganggap lawan politik kita sebagai musuh, maka yang terjadi saling menghabisi. Tapi kalau lawan politik kita anggap sebagai lawan berfikir, lawan beradu gagasan, maka hasilnya justru akan saling menguatkan," papar Ikhsan.

Ikhsan juga berpesan kepada semua pihak, jangan ada statemen yang mengklaim menguasai satu wilayah tertentu sehingga pihak lain tidak boleh masuk. Pilihan politik itu hak azasi yang tidak bisa dihalang-halangi. Jangankan menyangkut masyarakat, dalam satu keluarga pun bisa jadi punya pilihan politik yang berbeda-beda, tegas Ikhsan.

"Tahun politik ini justru harus kita jadikan sebagai momentum pendidikan politik bagi masyarakat. Tunjukkan kinerja, kontribusi kita kepada masyarakat. Kalau memang masyarakat sudah melihat dan merasakan kontribusi kita, dengan sendirinya mereka akan sukarela mendukung. Pendekatan ini juga otomatis akan menghindari terjadinya money politic," pungkas Ikhsan.(gg)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing