Politik

Jangan Biarkan NKRI Dalam Bahaya

Dadang Hermawan

Jangan Biarkan NKRI Dalam Bahaya

Oleh : Awang Dadang Hermawan Pemerhati Intelijen, sosial politik dan SARA.

Kuninggan Terkini- Bahwa sesungguhnya : Situasi dan kondisi kini (pendapat saya), sdh 25 % rawan dan yang terus menerus tangguh bekerja utk KONDISI STABILITAS KEMANAN NASIONAL AMAN KONDUSIF , TETAP ADA. (Kawan kawan Keluarga besar Kalibata, berkenan untuk memahami substansi penulisan ini).

Namun demikian, Sayangnya dihampir banyak grup WhatsApp, golongan dan himpunan apapun namanya, ternyata terlalu menonjolkan ungkapan HOAX dan saling mendiskreditkan satu sama lainnya, serta lucunya di bungkus dengan kain putih bertuliskan Inilah yang suci dan benar. Padahal yang dibutuhkan, Apa penyebab LGBT Eksis di NKRI ?

Kenapa PILPRES Memaksakan Presidential Threshold (PT) 20 % sehingga ada beberapa orang Capres dan Cawapres menjadi terganjal tidak bisa maju di Pilpres 2019? Jawabannya, Apakah mungkin Pembuat Undang Undang, orang-orang dan partai-partai secara strategi politis ADA unsur mutta'ami dan/rekayasa yang harus dibenahi ? Kendati dalam penentuan Undang-Undang dimaksud mereka keluar ! Tidak menandatangani !

Itu semua agar rakyat awam dan rakyat yang tidak awam, MUNGKIN BISA TERTIPU SIKAP POLITIK dan tetap menjadi pendukung habis-habisan dalam tingkah laku berargumentasi bahwa mereka yang keluar tidak menandatangani Undang-Undang yang KEMUNGKINAN sudah di beli ZIONIS YAHUDI DAN ZIONIS TANPA YAHUDI.

Mereka mengaku adalah golongan Oposisi pemerintah , merasa disebut orang-orang baik dan benar, makanya partainya perlu terus ada dan eksis di Senayan! Padahal mereka KEMUNGKINAN Mahluq Ahli KONG KALIKONG dengan segala bentuknya yang sudah SISTEMIK dan MASIVE !

Para Gladiator politik pembelaannya berdalil JATUHKAN PILIHAN KESALAH SATU YANG MUDHARATNYA PALING KECIL ! Itu sebabnya WAJIB DISELESAIKAN SEMUANYA. SEBAB, KEMUNGKINAN TDK ADA MANFAATNYA. Untuk itu kemungkinan bisa terjadi/Tidak mustahil, andai salah mengurus NKRI,

15 bulan dari sekarang bisa muncul gerakan baru, misal terjadi people fower serta MERASA tidak mudharat dan itu hak konstitusional rakyat banyak untuk bilang dan mengaku mereka tidak mudharat, sebab mereka melakukan merasa itu hak konstitusional. Andai itu terjadi, apa rakyat banyak mengerti dan menyadari bahwa tindakannya itu masuk ranah radikslisme dan ektrimisme ?

Kajian ini penting karena mis understanding dlm perkara ini justru bisa menghasilkan sikap radikal dan ektrims dari diri kita sendiri. Untuk kajian ekstrimisme dengan segala jenis dan bentuknya yang terkait dengan agama, saya rekomendasikan untuk mempelajari, mengkaji buku ini : The Freedom To do God's Will : Religous Fundamentalism and Social Change, (Gerrie Ter Har, et all)

Buku tersebut mengkaji fundamentalisme dari berbagai agama, yang selama ini selalu disematkan kepada Islam, padahal bukan. Fundamentalisme/radikalisme itu secara historis asli produk protestan Amerika dalam merespon perkembangan zaman, meski potensinya ada di setiap agama, termasuk Islam. Penulisnya juga berasal dari unsur berbagai agama masing-masing. Termasuk kajian tentang klaim-klaim agama sebagai akar kekerasan dan sampai sejauh mana klaim tersebut bisa dipertahankan. Ini menjadi penting agar tidak sembarangan menuduh suatu kelompok itu ekstrimis and radicalism.***


Fishing