Kuningan Terkini - selain tersohor parawisata, Kabupaten Kuningan juga di sebut kota kuda. Di Kecamatan Cilimus, tidak sedikit yang mengais rezeki sebagai kusir delman untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup keluarganya. Disisi lain, kotoran kuda banyak ditemukan dijalan yang dilalui delman hingga tidak enak dipandang.
Menurut salah seorang kusir Delman, djaedi, Ia menjadi kusir delman sudah sejak 10 tahun yang lalu. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Setiap harinya, Ia mulai narik delman sejak pagi hingga sore hari. “Setiap hari saya dapat penghasilan tidak tetap. Kadang 40 ribu rupiah, kadang juga 50 ribu rupiah,” katanya kepada Kuningan Terkini, Selasa (14/10/2014).
Dari penghasilan setiap harinya kata Djaedi, Ia menyisihkan uang 10 ribu rupiah untuk beli dedak. Setiuap harinya, kudanya bisa menghabiskan dedak sebanyak 5 kg. “Saya menikmati hasil ini kang, yang penting halal,” ucapnya.
Sementara, menurut salah seorang warga Cilimus, Iman, ada positif dan negatifnya terkait dengan delman. Positifnya, delman bisa menghasilkan dan dapat menambah ekonomi warga. Negatifnya, kotoran kuda yang hingga kini masih diabaikan, sehingga kotoran kuda banyak berserakan dijalan. Hal ini jelas mengganggu keindahan dan kenyamanan.
“Terkait kotoran kuda, sebetulnya ada solusinya. Tinggal bagaimana menjalankannya. Misalnya dengan membuat wadah kotoran kuda yang ditempatkan pada delman. Hal ini akan mengurangi kotoran kuda yang jatuh ke jalan,” ucapnya member saran.(yogi)