Kuningan Terkini - Musim kemarau panjang berkepanjangan, membuat sungai-sungai mengalami kekeringan. Khusunya sungai yang berada di wilayah Kuningan timur. Sejumlah warga pun memanfaatkan sungai kering untuk dijadikan lahan mata pencaharian.
Seperti disalah satu di Desa Dukuhbadag, yang terdapat sungai besar dan kering. Sungai tersebut berhamparan batu kerikil. Batu kerikil itu lah yang menjadi salah satu penghasilan bagi warga setempat. Salah seorang diantaranya Wartini (55) warga RT 04 RW 1 Dusun 2 Desa Dukuhbadag Kecamatan Cibingbin.
Wartini mengaku telah bekerja sebagai tukang batu yang diambil dari sungai Cijangkelok selama 20 tahun. Pekerjaan itu hingga saat ini masih terus dilakukan, untuk mencari penghasilannya sehari-hari.
“Saya sudah 20 tahun bekerja, yang dihasilkan dari batu kerikil dari kali Cijangkelok ini,” kataya Wartini yang tengah sibuk menumbuk batu sungai, Kamis (29/10/2015).
Meskipun pekerjaan tersebut sangat terasa berat dan memelahkan, namun Wartini tetap menjalani pekerjaan tersebut, demi menghidupi keluarganya. Dibawah tenda kecil, batu kerikil dari sungai tersebut ia kumpulkan untuk dijual kembali.
“Saya mencari batu ini dari sungai kemudian dikumpulkan. Setelah itu ditumbuk lagi hingga kecil-kecil. Setiap hari ya ada saja yang membeli dalam satu truk mobil kecil,” kata ibu yang memiliki dua anak ini.
Batu tersebut ia jual seharga Rp 200 ribu yang dikumpulkan bersama rekan-rekan lainnya. Biasanya pembeli yang datang untuk membeli batu tersebut datang dari toko material.
“Yang beli kadang ada dari toko material atau pegawai yang sedang membangun proyek. Dijual seharga Rp 200 ribu, itu juga dikumpulkan bareng sama-sama teman-teman yang lain,” ujar Wartini. (l.hakim)