Kuningan Terkini - Namanya Shinta. Gadis yang memiliki paras cantik bertekad ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Bahkan, dirinya melanjutkan study untuk meraih gelar strata satu (S1) di Universitas Kuningan (Uniku) agar bisa membanggakan keluarga dan mampu membantu perekonomian keluarganya.
Mahasiswi semester V di Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Uniku ini, dulunya pernah berpindah-pindah sekolah sewaktu menuntaskan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) bahkan ditinggal merantau oleh kedua orang tuanya.
Memasuki usia 7 tahun, Shinta masuk di SDN I Tambakbaya hingga sampai di Kelas II SD dan melanjutkan sekolahnya lagi ke SDN I Ciporang hingga selesai.
Walaupun berasal dari keluarga sederhana, anak sulung dari lima bersaudara pasangan Taslim dan Ruminah itu memiliki cita-cita dan keinginan besar menjadi orang sukses. Komitmennya itu diwujudkan dalam berbagai kegiatan sekolah yang aktif diikuti seperti Pramuka, PMR, dan Basket pada saat menjadi siswa di SMPN I Lebakwangi.
Ketika di usia 15 Tahun, gadis supel ini masih tetap aktif di kegiatan organisasi sekolah, yakni di SMK Auto Matsuda. Dirinya masuk sebagai anggota Pecinta Alam aktif.
Terlebih, shinta bersama teman-teman pecinta alam lainnya pernah menyabet Juara I sewilayah III Cirebon lomba lintas alam (LLA) dengan rute 23 Kilometer yang digelar SMAN I Garawangi.
“Saat itu saya sangat senang, karena itu perjuangan bersama-sama dalam kondisi dan keadaan apapun,” ucap Shinta, Jumat (4/12/2015).
Saat ini, gadis asal Kampung Pereng Desa Mandalajaya Maleber Kuningan yang tengah beranjak menjadi wanita dewasa itu semakin matang dalam menuntaskan study nya agar menjadi guru yang benar-benar profesional.
“Walaupun saya sebelumnya tidak bercita-cita jadi guru, tapi semoga profesi ini mampu saya terapkan dengan sungguh-sungguh demi kebahagiaan dan kebanggaan kedua orang tua serta keluarga. Saya akan bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya,” tekadnya.
Dengan segala perjuangan keras kedua orang tuanya, Shinta sangat ingin menjadi anak berbakti dan menjadi kebanggaan orang tua dan keluarganya.
“Terimakasih ibu dan ayah. Perjuangan kalian sungguh luar biasa, membimbing saya menjadi seperti sekarang. Semoga orang tua saya bisa memetik hasil yang manis dari perjuangan pahit ibu dan ayah dan saya bisa mengabulkan harapan dan cita-cita mereka,” pungkasnya. (AND)