Kuningan Terkini, Lembang, Bandung Barat - Pengembaraan Kuningan Terkni ke area Lembang Kabupaten Bandung Barat (17/4/2016), tak dinyana harus mampir sejenak ke kediaman Chef “Piawai” Alicia Tavey di Cijeruk.
"Wah, pantas tadi ada sirama-rama, mampir di taman saya. Rupanya, Anda hadir juga di rumah saya. Kebetulan sedang persiapan ke JFFF (Jakarta Fashion & Food Festival -red) 2016 di Jakarta. Saya kebagian tampil pada 20 April 2016. Silahkan, nikmatilah hidangan yang ada,” itu kata pembuka yang teramat someah dari wanita kelahiran Bandung tahun 1962, suami dari Graeme Tivey asal Australia yang berprofesi sebagai akuntan.
Uniknya, panganan yang terhidang di meja tamu di antara hamparan tetanaman yang menghijau di halaman rumahnya yang luas nan asri - semua berbasis: “Garden to Table - food concept growing fresh vegetables, raising chickens for eggs and eating”, jelas suaminya Graeme Tivey yang tak kalah someah-nya dengan isterinya yang telah dinikahi sejak 1985.
Kira-kira, bagaimana memindahkan apa yang kita tanam dan ternak, langsung ke meja makan! Wow ... new life style, ya? Sejatinya, di halaman rumah ini selain ada kebun buah dan sayur-mayur berbasis organik, juga peternakan ayam pedaging dan petelur yang setengah dilepas-liarkan.
“Ayam tak stress terkurung. Dagingnya jadi empuk. Telurnya berkualitas khusus”, jelas Graeme Tivey dengan logat kental Australia yang khas, sembari menerima buah tangan dari kota Kuningan – tape ketan berbungkus daun jambu. “Oh, nice oleh-oleh ya dari Kuningan. Hatur nuhun”.
Jelasnya, digarap Alicia itu, masih tak jauh-jauh - menjejak dari yang Ia geluti sejak masa kecilnya di Bandung , utamanya sejak 1985. Kala itu Ia mulai mendalami dunia masak-memasak di Onions Restaurant, Melbourne, dilanjut 1987 mengikuti Trade School – Frankston TAFE hingga memperoleh Gold Medal . Internasionalisasi Karir Alicia pada 1989, tambah melesat kala sukses menggondol Chef, AXA Corporate Boardroom, Melbourne, Australia.
Sejak itulah kesana kemari ke restoran dan hotel besar di Singapura, Irianjaya, Surabaya, dan kota lainnya. “Selama di dunia masak-memasak, hanya satu yang diingat, ingin mengembangkan kuliner Nusantara ke tingkat internasional,” urainya sambil mengolah ikan kakap merah segar. Katanya, ikan ini diambil khusus dari pantai selatan Jabar Palabuhanratu.
“Laut kita itu kaya. Kuliner kita pun sangat-sangat kaya”. Nah, yang dimaksud “catatan” itu. “Kuliner Nusantara itu, luar biasa enak dan sehat. Syaratnya, berbahan dasar alami. Cara masaknya, harus benar. Pasti, bisa menginternasional. Sudah saya buktikan”, tuturnya masih nguplek dengan piawai si kakap merah yang bertabur tepung roti dan rempah-rempah di goreng.
“Ini memakai pan fried bukan deep fried. Tambah saos salsa yang mengandung tomat, cabai, bawang merah, juga lemon. Rempah-rempah ini, diambil dari kebun kita – garden to table”. (Bersambung)
(Harri Safiari- Shahadat Akbar)